Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Di Balik Supersemar Jilid Dua HMP

Di Balik Supersemar Jilid Dua HMP - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 12 March 2018

Di Balik Supersemar Jilid Dua HMPKatakanlah ini bila disebut semacam janji atawa “nujum” dari Sekertaris Dewan Pembina Partai Berkarya KH Hasib Wahab Abdullah. Pagi hari saat prolog konperensi pers (11/3/2018) di Lor In Solo Hotel Jl. Adi Sucipto No.47, Kra – Solo Jawa Tengah, “nujum” itu sempat terlontar. Ini berlangsumng disela-sela Rapimnas ke-III Partai Berkarya, pesertanya ratusan fungsionaris DPW dan kader se Indonesia.

Pada hari yang sama yang secara kebetulan dianggap sebagai hari Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret), Malam harinya Tommy Soehato atau Hutomo Mandala Putra yang selama ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, akhirnya “turun gunung” – didesak oleh Ketua DPW Partai Berkarya dari 34 provinsi untuk menduduki jabatan Ketua Umum.

Upacara pengukuhan dirinya atas HMP yang per tanggal “Supersemar”, membiduki Partai Berkarya secara langsung:”Sah,”kata ratusan peserta Rapimnas ke-III di Ball Room Lor In Hotel. Ini seusai Sekertaris Jenderal Partai Berkarya Andi Badaruddin Picunang membacakan keputusan – Secara aklamasi HMP diangkat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya 2017 – 2022.

“Dalam waktu seminggu saya akan bentuk formatur kepengurusan baru,” demikian dalam secuplik sambutan HMP yang terbilang meriah pada malam itu di Solo.

“Ini yang kami tuju sejak awal dari Gorontalo. HMP menjadi Ketum partai. Pun, fungsionaris DPW dikukuhkan, kami jadi legitimate. Otomatis hal ini akan berlangsung hingga ke DPD, dan DPac. Termasuk perubahan dan penyesuaian AD/ART Partai. Tadi di sidang pleno sudah berlangsung kondusif,” kata Indra Essa, Ketua DPD Kota Gorontalo yang diamini rekan sedaerahnya Arif Nusa, Ketua DPD Partai Berkarya Kab. Gorontalo Utara.

Di Balik itu

Menjelang usai konpers setelah acara pengukuhan HMP yang berlangsung penuh gempita, dan diliput sejumlah stasiun TV swasta nasional. Dalam konpers ini HMP dengan lebih leluasa dan gamblang, menjelaskan motivasi mengemudikan Partai Berkarya yang kini punya nomor peserta 7 dalam Pemilu 2019. Sekilas HMP mampu memuaskan banyak pertanyaan dari para pegiat media. Lingkup yang dibahas selain visi dan misi partai, serta kesiapan menjelang Pemilu 2019, juga tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pembenahan sistem Pilkada, strategi memakmurkan setiap provinsi sesuai SDA dan SDM setempat.

“Kami bukan untuk merencanakan, melainkan sudah berkarya sejak lama,” secuplik HMP ketika membahas pemberdayaan petani bawang putih di daerah Malang, Jawa Timur.

Sesaat sebelum ditutup ada peserta dari Rapimnas III mengajukan seberkas surat langsung ke HMP. “Ya, ini akan saya pelajari, terima kasih,” kata HMP kepada yang menyerahkannya. Belakangan yang menyerahkan itu “utusan” di Rapimnas III dari DKI Jakarta.

“Sebut saja saya Darwis Don atau James Bond’, begitu ujarnya dari sang pengaju Supersemar Jilid Dua yang tampak bersemangat tinggi –“Anggap hari ini dari seksi rekomendasi di Rapimnas. Ini kami terbitkan lagi semangat Supersemar, titik tumpunya berantas peredaran narkoba dan korupsi di negeri ini. Termasuk lain-lainnya dari segi ideologi negara”.

Isi Supersemar Jilid Dua

Lengkapnya, apa yang diajukan Darwis yang belakangan diketahui didorong lebih kuat oleh Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat:”Supersemar jilid dua ini di era sekarang lebih bersifat ideologis, Kembali ke UUD 1945 secara utuh, serta laksanakan GBHN dan Repelita.”

Lengkapnya isi Supersemar yang punya missi khusus menyelamatkan anak bangsa, dan ditandatangani oleh Ketua DPW Partai Berkarya se Nusantara itu, seperti ini.

Surat Perintah Sebelas Maret 2018, Selamatkan Anak Bangsa (Supersemar SAB)

Kami DPW-DPW Partai Berkarya seluruh Indonesia member mandate Kepada Ketua Umum Partai Berkarya Haji Hutomo Mandala Putra untuk menerima dan mendeklarasikan Surat Perintah Sebelas Maret 2018 sebagai beriku:

  1. Kembali kepada UUD 1945 secara utuh dan konsisten sesuai dengan semangat para pendiri Bangsa Indonesia

  2. Kembalikan dan laksanakan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai ppedoman pelaksanaan cita-cita luhur UUD 1945.

  3. Kembalikan dan laksanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) sebagai penjabaran GBHN untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co