Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Rupiah Ambruk: Pecat Menko Perekonomian & Menteri Keuangan

Rupiah Ambruk: Pecat Menko Perekonomian & Menteri Keuangan - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 7 September 2018

Rupiah Ambruk: Pecat Menko Perekonomian & Menteri KeuanganPada 4 September 2018, Rupiah telah melewati batas psikologis Rp. 15.000 per dollar AS. Diprediksi pelemahan Rupiah terus berlanjut mengingat berbagai indikator ekonomi saat ini tidak menguntungkan pada penguatan rupiah. Misalnya nilai impor yang lebih besar dari ekspor, pembayaran hutang dalam jumlah yang cukup besar, adanya aliran dana ke luar negeri, dll. Bukan tidak mungkin Indonesia akan memasuki fase krisis mata uang dan akhirnya mengantarkan kepada terjadinya krisis ekonomi.

Ambruknya rupiah tentu akan berdampak buruk bagi perekonomian. Barang-barang yang mengandung unsur impor akan terkerek naik harganya. Para debitur akan merogoh saku yang lebih dalam untuk membayar hutangnya karena pihak perbankan menaikkan suku bunga pinjaman.

Namun sayang situasi gawat yang saat ini sedang dipikirkan sebagaian rakyat Indonesia ternyata dianggap menguntungkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam berbagai kesempatan Sri Mulyani mengeluarkan statmen yang tidak mencerminkan akan adanya krisis mata uang. Sri Mulyani beranggapan bahwa penurunan Rp. 100 maka akan menambah pemasukan pemerintah Rp. 1,7 triliun. Tentu asumsi ini berlawanan dengan rasa was-was yang saat ini menghinggapi mayoritas rakyat.

Ambruknya rupiah tidak terlepas dari peran Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang serampangan mengelola ekonomi Indonesia. Hutang digenjot hingga hampir mencapai Rp. 5.000 triliun, impor naik tajam (impor beras, impor daging, impor garam, impor bahan infrastruktur, dll), dampaknya adalah hampir semua indikator menunjukkan tren yang memburuk. Misalnya, transaksi berjalan sudah mengukuhkan minus US$ -4,89 miliar atau setara dengan minus -3,04 % dari GDP. Neraca Perdagangan (Januari-Juli 2018) juga mencatat angka defisit sebesar US$ -3,02 miliar.

Untuk itu kami Pengurus Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) menyerukan :

1. PRESIDEN JOKOWI UNTUK SEGERA MEREDAM GEJOLAK RUPIAH

2. SEGERA LAKUKAN PENYELAMATAN AGAR TIDAK TERJADI KRISIS EKONOMI YANG MENYENGSARAKAN RAKYAT.
 
3. PRESIDEN JOKOWI SEGERA MEMECAT MENKO PEREKONOMIAN DARMIN NASUTION DAN MENTERI KEUANGAN SRI MULYANI KARENA TERBUKTI GAGAL MENYELAMATKAN RUPIAH!!
 
 

Penulis Sya’roni Ketua Presidium PRIMA

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co