Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Berita Hoax Seperti Narkoba, Merusak Mental Generasi Bangsa

Berita Hoax Seperti Narkoba, Merusak Mental Generasi Bangsa - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 14 April 2018

Berita Hoax Seperti Narkoba, Merusak Mental Generasi BangsaYayasan Wiranatakusumah menaruh perhatian yang lebih atas isu makin masifnya pemberitaan bohong atau Hoax, melalui Wakil ketua Yayasan Wiranatakusumah, Moelly Wiranatakusumah menyatakan bahwa berita bohong/Hoax itu layaknya seperti narkoba yang merusak mental berpikir, bersikap dan pandangan. Hal ini dikatakannya saat menghadiri Diskusi Panel Berita Bohong Di Mata Islam yang digelar atas kerjasama Buana Indonesia Network dengan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath dan didukung Yayasan Wiranatakusumah, serta beberapa Organisasi Islam lain diantaranya, Himpunan Mahasiswa Persis Jawa Barat, Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi, DPD Persatuan Umat Islam ( PUI ) Kota Sukabumi dan Polres Sukabumi. Dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Kota Tasikmalaya, Sabtu 14 April 2018.

“Berita bohong atau kita kenal dengan Hoax itu seperti narkoba, merusak mental generasi penerus dan menggerogoti mental-mental generasi kita. Mereka yang memproduksi berita bohong juga layaknya monster yang sangat menakutkan bagi bangsa ini. Tidak terhitung konflik horizontal yang terjadi di bangsa ini disulut oleh berita bohong yang sengaja disebar melalui sosial media, “ kata Wakil Ketua Yayasan Wiranatakusumah, Moelly.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana mengatakan, pentingnya kalangan santri mendapat pelatihan ini bagian dari upaya membentengi para santri dari berbagai berita bohong yang masif beredar akhir–akhir ini.

“Kalau sudah tau bagaimana membedakan mana berita bohong dan benar, Insya Allah tidak akan dijadikan alat oleh para produsen berita bohong. Terlebih ini menjelang Pilkada dan Pemilu. Santri siap menjadi benteng bagi kaum muda Islam dan pemuda Indonesia umumnya dari serangan berita bohong, “ kata KH Fajar Laksana.

Ditempat yang sama, Ketua PW Hima Persis Jawa Barat, Alam Permana menengarai, adanya berbagai motif yang muncul dan melatarbelakangi dibalik beredarnya berita hoax.

“Ada yang iseng, ada yang bermotif ekonomi, popularitas hingga ekonomi. Melihat pola penyebarannya, kalangan muda kerapkali dijadikan sasaran bagi penyebaran berita bohong ini. Mereka yang belum dapat mencernanya akan sangat mudah ditunggangi. Dari kacamata pengamatan kami selama ini, gambar meme dan teks mendominasi konten hoax dikalangan muda. Memang , konten bergambar lebih mudah menarik perhatian para pengguna sosial media. Ini juga indikasi bahwa penyebar sengaja memproduksi hoax, “ ujar Alam.

Ditanyai dilokasi gelaran, Komisaris Buana Indonesia, Muhammad Irfan memaparkan, Buana Indonesia Network menjadikan 5 kota kabupaten ini menjadi starting poin gelaran ini dan nantinya Buana Indonesia Network akan menggelar sesi lanjutan di seluruh kota Kabupaten di Jawa Barat.

“Sesuai tugas dan kapasitas sebagai salah satu media massa, Buana Indonesia network yang memang sebuah media consulting akan tetap konsen di isu – isu media. Media dalam pengertian luas, bukan hanya dunia jurnalistik. Kami akan terus berupaya meng-influence para pengguna sosial media dan publik pemirsa media massa untuk tidak mudah djadikan komoditas bagi penyebaran berita bohong. Publik harus terus di edukasi soal media massa dan social media, hingga menjadi public yang dapat memfilter semua berita dan informasi yang beredar. Kami harapkan kedepan, seluruh kalangan , tidak hanya muda Islam dapat menjadi social media user yang cerdas dan tidak mudah dijadikan sasaran berita bohong, “ kata Irfan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prolog Session Pelatihan Jurnalistik dan Sosial Media Cyber Hijrah menyasar pesantren, komunitas dan kalangan muda Islam di 5 kota Kabupaten di Jawa Barat. Kota Sukabumi dipilih menjadi kota pertama dari rangkaian roadshow ini. Setiap Session Prolog ini akan ditutup dengan Tabligh dan diskusi panel. Setelah kota Sukabumi, Sesi ini akan menuju Cianjur, Garut, Taiskmalaya dan Pangandaran. Sesi prolog ini juga merupakan awal dari rangkaian pelatihan ini. Terakhir, masih digelar di 5 kota Kabupaten, cikal bakal komunitas Cyber Hijrah ini akan ditutup dengan Sesi ‘ Cyber Hijrah Ramadhan Roadshow’.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co