Ombudsman Investigasi Terkait Perebutan Lahan Parkir Pasar Kosambi

oleh -86 views
Ombudsman Jalankan Investigasi Terkait Perebutan Lahan Parkir Pasar Kosambi

Terkait pengaduan kepada Walikota Bandung Oded M Danial per Senin (26/4/2021), dari CV Mandiri Pratama selaku pengelola lama lahan parkir Pasar Kosambi Bandung yang beraktivitas sejak 2009. Adapun pengaduan ini dipicu kisruh CV Mandiri Pratama yang tersingkir secara paksa, dengan melibatkan puluhan preman sejak 30 Maret 2021, konon pengambilahan secara paksa ini, dipicu terbitnya surat PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara Perumda Pasar Juara Kota Bandung dengan PT Atmosfir Kreasi Mandiri (Nomor: 027/PKS 06a -PERUMDA.PJ/2021).

“Hari ini (27/4/2021) saya mengantar karyawan CV Mandiri Pratama kembali ke Ombudsman RI Perwakilan Jabar di Jl. Kebonwaru Utara No.1 Bandung. Para komisioner Ombudsman memberi jangka waktu 14 hari. Bila Walikota Bandung tak merespon aduan, lembaga ini bakal lakukan investigasi ke lapangan. Sejak kami lapor ini pun, ini sudah masuk agenda kerja dan pantauannya,” papar Sri Royani yang akrab disapa Riri selaku salah satu Kuasa Hukum CV Mandiri Pratama.



Kata Septy dan Zulkarnaen

Selanjutnya redaksi pada Rabu, 28 April 2021 berhasil menemui Kepala Pasar Kosambi Kota Bandung, Septy Sahreza di ruang kerjanya di lantai 2 Pasar. Kepada redaksi ia berterus terang tak tahu-menahu, adanya surat PKS antara Perumda Pasar Juara Kota Bandung dengan PT Atmosfir Kreasi Mandiri (Nomor: 027/PKS 06a -PERUMDA.PJ/2021) yang berasal dari Kota Bekasi itu:

“Pas kejadian ada eksekusi saya baru tahu. Untuk SPK dari pengelola parkir yang baru, saya tidak menerima dan saya pertanyakan ke pusat, itu sudah menjadi kebijakan pusat. Sementara tugas saya disini, hanya menjalankan kebijakan oprasional pasar saja. Kalau masalah itu saya tidak tahu sama sekali bener, dan tidak pernah tahu dari awalnya juga,” terangnya sambil menambahkan –“Kerjasama perparkiran dan MCK, itu juga dari pusat.”

Kepala Pasar Kosambi Kota Bandung, Septy Sahreza – Tak tahu-menahu duduk perkara munculnya SPK yang bikin geger, sedikit pun, bener nih ?

Intinya Septy yang mengaku menjadi Kepala Pasar Kosambi Bandung sejak 2018, dalam hal kekisruhan di antara dua pengelola lahan parkir ini, menyatakan:”Harus ada mediasi oleh PD Pasar, da saya mah pengen kerja tenang.”




Sementara itu, masih pada hari yang sama, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kosambi (P3K) Zulkarnaen, diklarifikasi tentang kekisruhan pengelolaan lahan parkir di Pasar kosambi Bandung menyatakan, munculnya kekisruhan ini karena yang punya lahan serta manajemen pasar ini tidak bertanya dulu kepada pengelola yang lama:

“Harusnya pihak Perumda Pasar dan jajaranya memberikan peluang dulu kepada pengelola lama, lalu bertanya soal masih sanggup atau tidak mengelola, sambil membicarakannya secara baik baik. Mungkin pengelola lama pun, bisa memahami bila pun harus ada yang dibenahi.”

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kosambi (P3K), Zulkarnaen – Idealnya, berikan peluang dulu ke pengelola lama, lalu ditanya masih sanggup atau tidak, mengelola?

Zulkarnaen yang sehari-hari berkegiatan dalam dunia jahit-menjahit di lantai 2 Pasar Kosambi Bandung, ditanya perihal kasus genangan air yang berimbas pada gangguan kenyamanan beraktivitas warga, menurutnya: “Bila terus dibiarkan, akan berdampak buruk, lalu mengundang penyakit. Apa lagi sekarang ini sedang pandemi virus Covid-19 dimana mana,”ujarnya dengan menambahkan –“Konplik ini harus segera diselesaikan, masalah banjir di basemen ini, tanganilah oleh yang terkait.”



Nih, Kata GEMPAR

Secara terpisah H. Ipiek Hasbullah, SE, Sekjen GEMPAR (Gebrakan Ekonomi Masyarakat Pasar Rakyat), dirinya merasa miris atas terjadinya perebutan lahan parkir di Pasar Kosambi Bandung:”Ini ironis, dari dulu Pemkot Bandung tak becus mengelola pasar. Harusnya sejak era reformasi (1998), sudah tertata rapi kegiatan di pasar. Salah satu pPenyebabnya, Pemkot tak tegas. Padaha,l power punya mulai Satpol PP, Polisi, dan aparat lainnya,” paparnya dengan menambahkan –“Aneh juga, saat jaman kolonial pasar tradisional itu lebih tertib, rapi, dan bersih. Sekarang mah senangnya awut-awutan. Pedagang singkong, contohnya dibawa tuh sama tanah-tanahnya dan pohonnya, ke pasar. Ya, kotorlah.. .”

Lebih jauh Ipiek Hasbullah yang terkenal ceplas-ceplos dan selalu siap turun bersama warga membenahi lingkungan pasar di Kota Bandung yang tak pernah beres itu, menurutnya Bandung itu gudangnya akademisi:

“Apa salahnya dikerahkan kemampuan itu untuk menata pasar yang rapi seperti di negara lain. Soal tuntutan pengelola lama perparkiran di Pasar Kosambi, dengar dan serap baik-baik aspirasi mereka. Hindarkan dari dugaan permainan kotor, sebab kasus ini sudah menjadi pantauan warga se Indonesia, malah,” tutupnya dengan mengingatkan –“Saya percaya bakal ada keadilan dari kasus ini.”

 

Harri Safiari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *