Home Peristiwa Fakta-fakta di Balik Gancet alis Penis Captivus

Fakta-fakta di Balik Gancet alis Penis Captivus

by Gun
Fakta-fakta di Balik Gancet alis Penis Captivus

Baru-baru ini, sepasang pria dan wanita di Kabuapaten Batubara, Sumatera Utara menjadi perbincangan di media sosial karena kedapatan bercumbu dan tidak bisa dilepaskan, hingga disebut-sebut mengalami gancet.

Dalam istilah medis, gancet merupakan kondisi yang disebut penis captivus.

Apa itu gancet atau penis captivus?

Sebagaimana dilansir Healthline, gancet atau penis captivus adalah kondisi ketika penis terjepit atau tersangkut di dalam vagina saat berhubungan seks. Penis bisa terjepit karena otot vagina yang tiba-tiba menekan lebih kuat daripada biasanya.




Berikut fakta-fakta di balik kondisi gancet atau penis captivus.

Bagaimana gancet atau penis captivus bisa terjadi?

Penis captivus terjadi saat hubungan seks dilakukan. Penyebanya karena penis, yang terisi dengan darah selama ereksi, dapat terus membesar sebelum orgasme.

Di samping itu, dinding vagina, yang terbuat dari jaringan otot, pun mengembang dan berkontraksi saat berhubungan seks. Otot-otot di dalam vagina juga mungkin berdenyut sedikit selama orgasme.

Dan terkadang, otot vagina bisa berkontraksi lebih dari biasanya. Kontraksi ini bisa mempersempit lubang vagina. Penyempitan ini dapat menghalangi pria untuk melepaskan penisnya, terutama jika penisnya masih membengkak dan ereksi.

Setelah orgasme, otot vagina akan mulai mengendur. Jika pria juga mencapai orgasme, darah akan mulai mengalir dari penisnya, dan ereksinya akan mereda. Saat itu terjadi, maka penis baru bisa dikeluarkan.

Orang yang mengalami penis captivus dapat diperkirakan akan saling menempel selama beberapa waktu. Oleh karenanya, perlu tetap tenang dan membiarkan otot-otot rileks untuk membantu melepaskan ikatan satu sama lain.

Penis captivus merupakan salah satu efek dari vaginismus. Vaginismus adalah kontraksi ketat dari otot-otot vagina yang begitu kuat, pada dasarnya vagina menutup sendiri.


Jika ini terjadi, seorang wanita mungkin tidak dapat melakukan hubungan intim.

Pada 2019 lalu, ahli kandungan dan kebidanan, Ni Komang Yeni sempat mengatakan bahwa vaginismus menjadi gangguan seksual yang sering terjadi pada wanita

Vaginismus dapat menyerang wanita dari segala usia yang sudah aktif secara seksual. Pada beberapa kasus, wanita mengalami vaginismus saat memasuki masa menopause. Pada masa ini, kadar estrogen turun sehingga pelumasan dan elastisitas organ intim kewanitaan ikut menurun.

Yeni menjelaskan, vaginismus berawal dari kontraksi otot pada organ intim kewanitaan yang terjadi secara berlebihan. Alhasil, timbul rasa nyeri yang sangat mengganggu saat berhubungan seksual.

Kontraksi otot, kata Yeni, sering kali tak disadari, tak dapat dikendalikan, dan terjadi secara terus menerus atau berulang. Kontraksi otot terjadi pada sepertiga bagian luar organ intim kewanitaan–atau para area perineum–hingga otot levator ani dan otot pubococcygeus.

Penis captivus tidak mungkin menyakiti Anda atau pasangan Anda. Saat ereksi mereda, tekanan pada penis akan turun, dan ketidaknyamanan akan berhenti. Demikian juga, saat kontraksi berakhir, otot harus cukup rileks agar lubang vagina kembali ke ukuran normal.

Saat terjebak bersama, penting untuk tidak melakukan apa pun yang dapat menyakiti Anda atau menyebabkan rasa sakit tambahan. Itu berarti Anda tidak boleh mencoba secara paksa melepaskan diri dari pasangan Anda. Pelumasan tambahan juga tidak mungkin memperbaiki situasi.

Sebaliknya, cobalah untuk tetap tenang dan biarkan otot-otot tersebut rileks sendiri. Meskipun mungkin terasa lebih lama, kebanyakan pasangan hanya akan terjebak selama beberapa detik.




Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda mengalami ini, panik dapat menyebabkan upaya menarik penis secara paksa, dan itu bisa menyebahkan lebih banyak rasa sakit serta ketidaknyamanan.

Kebanyakan pasangan hanya akan terjebak selama beberapa detik, jadi berikan diri Anda istirahat dari tindakan tersebut. Tarik napas dalam-dalam beberapa kali, dan otot akan cenderung mulai rileks.

Jika Anda tetap buntu setelah beberapa menit, hubungi bantuan medis darurat. Seorang dokter atau penyedia layanan kesehatan mungkin dapat menyuntikkan pelemas otot ke Anda atau pasangan untuk membantu meringankan kontraksi.

Namun, jika ini terus terjadi, beri tahu dokter Anda pada kunjungan berikutnya untuk mengetahui penyebab yang mendasari, seperti vaginismus atau masalah aliran darah, yang dapat berkontribusi pada situasi yang tidak biasa.

Gancet atau penis captivus adalah kondisi yang sangat langka. Memang, sebagian besar pasangan tidak akan pernah mengalaminya. Hanya saja, jika Anda mengalaminya, ingatlah untuk tetap tenang. Jangan panik dan jangan mencoba memisahkan diri dari pasangan Anda secara paksa.

You may also like

Leave a Comment