Home Edukasi SOAFest, Pergelaran Seni Budaya Virtual, 19 Desember 2020

SOAFest, Pergelaran Seni Budaya Virtual, 19 Desember 2020

by Gun
SOAFest, Pergelaran Seni Budaya Virtual, 19 Desember 2020Synchronic of Art (SOA) merupakan program Festival Seni Budaya dalam menyelaraskan karya Seni Musik, Seni Tari, Seni Rupa, Teater dan Sastra dalam ruang apresiasi bagi keragaman karya kreatif, yang dikemas secara kekinian. Bertujuan untuk menjaga, melestarikan dan meningkatkan aspek seni budaya Jawa Barat pada tahap yang lebih tinggI, menuju kelas Internasional.[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”tag” orderby=”random”]

Event ini merupakan media kolaborasi dari komunitas pelaku seni budaya etnik Sunda dan Event Organizer, yakni Komunitas Ethnic Creative Base (ECB) Bandung dan Nusa Biru Abadi (NBA) Organizer Bandung. Didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, sehingga event ini menjadi sebuah media apresiasi, media edukasi, media hiburan, media observasi, dan penghimpun generasi baru pelaku seni dan budaya etnik serta sebagai media promosi.

Menurut press release yang diterima Redaksi Aksi.co, ide tentang SOAFest lahir dari sebuah rasa cinta, yang terwujud dalam pergerakan nyata dan dedikasi terhadap seni budaya Jawa Barat. Uniknya, pemikiran dan perasaan ini muncul tidak hanya dari para pelaku seni etnik saja, namun seolah menjadi bauran buah pikiran dari berbagai individu lintas profesi.

Tidak hanya itu, terealisasinya SOAFest ini penuh perjuangan, meskipun tidak seluruh individu yang terlibat di dalam SOA ini dapat berinteraksi secara langsung, namun komunikasi dan kinerja berjalan tanpa henti, karena teknologi informasi menjadi bagian yang tentu saja sangat menunjang. Penyelenggaraan SOAFest ini pun akan dilaksanakan secara virtual.

*Healing System dan Proteksi Aset Kearifan Lokal*

Setiap pergerakan tentunya memiliki target capaian, SOAFest memiliki target capaian yang diantaranya difungsikan sebagai proteksi atas aset kearifan lokal. Seperti kita ketahui, beberapa waktu lalu Indonesia sempat mengalami pengklaiman aset seni budaya dan ragam aset lainnya oleh negara lain, maka SOAFest tidak sekedar etalase yang hanya menjadi media pentas, tidak sekedar menjadi ruang singgah, namun berupaya menjadi salah satu ruang tinggal, yang menghimpun database, turut menjadi pelestari aset warisan seni budaya leluhur.

SOAFest menjadi inspirasi dan stimulan utama bagi para pelaku seni tradisi serta generasi penerus untuk berperan aktif dalam menjaga nilai seni budaya, agar bersama-sama menguatkan proteksi terhadap tradisi leluhur sebagai aset kearifan lokal dan nasional dimata internasional.

Selain itu SOAFest pun menempatkan diri secara terbuka untuk mengapresiasi, merangkul dalam perkembangan seni budaya Jawa Barat, generasi muda yang menjadi pekarya ethno music, perupa, teater, karya tulis, tari dan pengembangan lainnya, memperoleh tempat dan ruang yang luas dalam SOAFest. Karena setiap karya lahir pada era yang berbeda, yang mengantarkan kemasa kini dan nanti, seluruhnya saling terkait dan menjadi dasar yang tidak dapat terhapus.

Konsep SOAFest

SOAFest rencananya akan dilaksanakan secara berseri, dengan mengangkat konten seni budaya yang beragam secara bergantian.

Event ini disajikan secara virtual, ditayangkan secara premier, pada 19 Desember 2020, akan tayang serentak pada pukul 19.00 WIB di beberapa platform, yaitu :

YouTube Channel Disparbud Jabar, Budaya Jabar, Ethnic Creative Base, NBA ORGANIZER, SOA FEST ID. Facebook Soa Fest ID

Instagram @disparbudjabar @budayajabarhumasjabar @ethniccreativebase_id @nba_organizer @soafest.id

Untuk seri perdana, SOAFest akan mengusung konten musik etnik Sunda yang di kemas menarik, kekinian dan kontemporer. Menampilkan Djaya Dwara Percussion, Saratuspersen, Raya Pro, Ethnoprogressive. Diselingi bincang santai dengan suasana keakraban khas orang Sunda, antara MC dari generasi milenial Kang Gilang Gie dengan dua pembicara ahli, yang tidak asing lagi, seorang musisi dan akademisi, DR. Mohamad Rudiana, S.Sen., M.SN, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Founder Idea Percussion yang akrab dengan sapaan Ade Idea. Dan seorang praktisi event, yang berkonsentrasi pada seni pertunjukan musik, Ir. Reza Pamungkas, dari Independent Network Indonesia.

Sebagai sisipan menarik lainnya adalah sesi Quiz, tentunya diperuntukan bagi para followers dan viewers SOAFest. Hadiah yang diberikan merupakan souvenir edisi terbatas serta hadiah berupa produk lainnya yang bermanfaat.

 

Yosie Wijaya

You may also like

Leave a Comment