Home Internasional Filipina Ungkap Identitas Dua Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri

Filipina Ungkap Identitas Dua Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri

by Gun

Filipina Ungkap Identitas Dua Wanita Pelaku Bom Bunuh DiriMiliter Filipina mengungkap identitas dua wanita terduga pelaku bom bunuh diri di Kota Jolo, Provinsi Sulu. Keduanya merupakan warga Filipina.[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”tag” orderby=”random”]

Komandan Angkatan Darat Filipina Letjen Cirilito Sobejana memaparkan dua wanita itu telah diidentifikasi sebagai pelaku.

Melansir kantor berita Filipina Philippine News Agency, Rabu (26/8) pelaku pertama adalah Nanah penduduk Basilan, sebuah pulau selatan Semenanjung Zamboanga Filipina.

Kemudian pelaku kedua bernama Inda Nay seorang penduduk Sulu yang kemudian pindah ke Provinsi Tawi-Tawi.

Soebajana mengatakan bahwa Nanah adalah istri dari pelaku bom bunuh diri Filipina yang dikonfirmasi bernama Norman Lasuca.

Saat itu dia melakukan serangan terhadap Tim Tempur Brigade 1 di Sulu pada 28 Juni 2019, yang menyebabkan tujuh orang tewas dan 12 lainnya luka-luka.

Sementara itu Inda Nay adalah janda dari salah satu kombatan ISIS bernama Talha Jumsah alias Abu Talha. Dia dilaporkan tewas setelah ditumpas oleh pasukan Batalyon Penjaga Pengintai Pertama Filipina pada November 2019.

Menurut Sobejana kedua pelaku bom bunuh diri itu merupakan target yang sama yang dilacak oleh kelompok Major Marvin Indammog sebelum mereka dibunuh oleh polisi pada 29 Juni 2020.

Sebelumnya dua bom meledak di Kota Jolo pada Senin (24/8) hingga menewaskan 16 orangg dan 78 orang luka-luka. Korban meninggal adalah tentara, polisi dan warga sipil.

Usai rentetan serangan bom itu, angkatan bersenjata Filipina mendesak pemerintah untuk kembali menerapkan status darurat militer.
Lihat juga: Filipina Investigasi Motif dan Pelaku Dua Ledakan Besar

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengendalikan situasi teror dan mengamankan Sulu dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pergerakan penduduk yang harus dikendalikan. Jika tidak, maka akan terjadi lagi dan penduduk setempat yang menjadi korban,” ujar Sobejana.

You may also like

Leave a Comment