Home Nasional Basarnas Tutup Pencarian WN Filipina Tenggelam di Maluku

Basarnas Tutup Pencarian WN Filipina Tenggelam di Maluku

by Gun
Basarnas Tutup Pencarian WN Filipina Tenggelam di Maluku

Basarnas Ambon pada Jumat (31/7) ini menutup pencarian warga negara (WN) Filipina Stanly Bacolina yang tenggelam saat kapal motor (KM) MV Ikan Keras melintasi perairan laut Seram Bagian Timur Maluku pada Sabtu (25/7).

[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”tag” orderby=”random”]

Kepala Basarnas Ambon, Djunaidi menuturkan selama H+1 pencarian per Minggu (26/7) sampai memasuki H+6 per Jumat (31/7) pencarian Anak Buah Kapal (ABK) MV Ikan Keras belum menemukan tanda-tanda di laut Maluku.

“Setelah berkoordinasi dengan potensi SAR terkait, tanda-tanda kemunculan korban belum terlihat, maka operasi SAR terhadap WN Filipina dinyatakan ditutup,” kata Djunaidi, di Ambon pada Jumat (31/7) malam.

Setelah menutup pencarian, lanjut Djunaidi Basarnas akan melanjutkan dengan pemantauan. Operasi SAR akan kembali dibuka setelah mendengar informasi tentang keberadaan korban.

Sebelumnya, kapal motor (KM) MV Ikan Keras berjenis Cargo berwarna putih biru itu berlayar dari Australia menuju Filipina. Namun di tengah perjalanan dihantam ombak besar di perairan laut pulau Seram Timur Maluku.

Kala itu, kapten KM MV Ikan Keras ML Crespo melapor kepada pihak Basarnas Ambon pada pukul 19.50 WIT bahwa salah satu anggota juru mudi WN Filipina tenggelam dan belum ditemukan.

Basarnas kemudian mengirimkan sekitar 12 anggota dengan perlengkapan berupa satu buah Truk personel, D Max, dan Rubber Boat untuk digunakan selama melakukan pencarian di seputaran perairan laut pulau Seram Bagian Timur Maluku.

Per Sabtu (25/7) malam pukul 20.10 WIT yim Basarnas berangkat dari ambon menuju Bula Kabupaten Seram Bagian Timur dan direncanakan akan tiba pada Minggu (26/7) pukul 14.00 WIT di pelabuhan Bula.

Tim Basarnas juga melakukan koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan Shabandar Bula, dan pos TNI AL Bula Kabupaten Seram Bagian Timur sebelum melakukan pencarian di laut seram.

“Jadi hari pertama pencarian pada Minggu (26/7) sampai per Jumat (31/7) hari terakhir masih nihil, pencarian sering terhambat akibat kondisi lautan,”pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment