Aksi
Nasional

Pemerintah Waspadai Mikro Droplet Corona, Tahan Lama di Udara

Pemerintah Waspadai Mikro Droplet Corona, Tahan Lama di Udara

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto meminta agar seluruh masyarakat untuk mewaspadai penyebaran virus corona di udara melalui mikro droplet.

[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”tag” orderby=”random”]

Ia menyatakan penyebaran virus corona lewat udara salah satunya disebabkan oleh mikro droplet yang mampu bertahan di udara tanpa sirkulasi yang memadai.

“Mikro droplet ini adalah droplet yang ukurannya lebih kecil dan bisa berada di udara untuk waktu relatif lama apalagi pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak maksimal,” kata Yurianto dalam konferensi persnya di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (12/7).

Lebih lanjut, Yurianto mengilustrasikan mikro droplet tersebut ibarat penyebaran asap rokok dalam satu ruangan tertutup yang minim ventilasi udara.

Asap itu, kata dia, akan bertahan sangat lama dan siapapun bisa mencium bau asap rokok dalam ruangan yang tak memadai sirkulasi udaranya tersebut.

“Dan bagi siapapun yang menggunakan faceshield tanpa menggunakan masker pasti akan bisa mencium bau ini. Kurang lebih begitulah droplet Covid-19,” kata Yurianto.

Melihat persoalan itu, Yurianto lantas meminta masyarakat untuk wajib mengenakan masker saat beraktivitas. Ia menyatakan penggunaan faceshield atau perisai wajah hanya bisa untuk menangkal droplet. Akan tetapi, masker wajib digunakan untuk menangkal mikro droplet yang bertahan di udara.

“Oleh karena itu, tetap kami menyarankan kepada saudara-saudara sekalian gunakan masker. Lebih baik kalau bisa ditambahkan faceshield,” kata dia.

Selain itu, Yurianto juga menyadari bila banyak masyarakat yang tak nyaman bila terus menerus menggunakan masker dalam beraktivitas.

Ia lantas menyarankan agar masyarakat bisa memilih masker yang nyaman untuk digunakan. Salah satunya, kata dia, menggunakan masker yang memberikan ruang antara masker dan lubang hidung.

“Sehingga kita bisa bernafas dengan baik. Kita tak menyadari bahwa menurunkan masker ke dagu itu juga sama dengan mencemari bagian dalam masker dengan penyakit yang mungkin menempel ke dagu. Sehingga kalau kita naikkan lagi ke atas, itu tidak memberikan makna yang baik untuk kita,” kata Yurianto.

Diketahui, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 1.681 orang per Minggu (12/7). Sehingga, total pasien positif corona di Indonesia secara kumulatif mencapai 75.699 kasus.

Related posts

Basarnas Tutup Pencarian WN Filipina Tenggelam di Maluku

Aksi

Kejagung Copot Jaksa karena Bertemu Djoko Tjandra di Malaysia

Aksi

New Normal Awal Keruwetan Penanganan Corona

Aksi
UA-151938467-1