Aksi
Ekbis

Pemerintah Raup Rp20,5 T dari Lelang 7 Surat Utang Negara

Pemerintah Raup Rp20,5 T dari Lelang 7 Surat Utang Negara

Pemerintah meraup dana Rp20,5 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan pada 30 Juni 2020. Jumlah itu setara 28,46 persen dari total penawaran yang masuk, Rp72,03 triliun.

Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, penerbitan surat utang terdiri dari tujuh seri, yaitu SPN03201001, SPN12210701, FR0081, FR0082, FR0080, FR0083, dan FR0076. Lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI).

“Total penawaran yang masuk sebesar Rp72,03 triliun. Total nominal yang dimenangkan dari ketujuh seri yang ditawarkan adalah Rp20,5 triliun,” ungkap DJPRR, Selasa (30/6).

Secara rinci, tidak ada utang yang dimenangkan dari seri SPN03201001. Penawaran yang masuk pun tidak ada. Sementara SPN12210701 mendapat penawaran Rp1,1 triliun dengan penawaran tingkat imbal hasil (yield) sebesar 3,75 persen sampai 3,95 persen.

Dari penawaran tersebut, total yang dimenangkan sebesar Rp640 miliar dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 3,76 persen. Masa jatuh tempo sampai 1 Juli 2021.

Kemudian, seri FR0081 mendapat tawaran Rp27,94 triliun dengan yield 6,47 persen sampai 6,75 persen. Nilai yang dimenangkan sebesar Rp7,4 triliun dengan yield rata-rata 6,51 persen dan masa jatuh tempo 15 Juni 2025.

Lalu, penawaran seri FR0082 mencapai Rp23,47 triliun dengan yield 7,13 persen sampai 7,5 persen. Namun, nilai yang dimenangkan hanya Rp5,41 triliun dengan yield 7,18 persen dan jatuh tempo 15 September 2030.

Selanjutnya, seri FR0080 mendapat tawaran Rp8,68 triliun dengan yield 7,53 persen sampai 7,72 persen. Nilai yang dimenangkan sebesar Rp3,05 triliun dengan yield rata-rata 7,61 persen dan masa jatuh tempo 15 Juni 2035.

Sedangkan penawaran seri FR0083 mencapai Rp5,02 triliun dengan yield 7,57 persen sampai 7,79 persen. Namun, nilai yang dimenangkan hanya Rp2,25 triliun dengan yield 7,63 persen dan jatuh tempo 15 April 2040.

Terakhir, seri FR0076 mendapat tawaran Rp5,79 triliun dengan yield 7,66 persen sampai 7,86 persen. Nilai yang dimenangkan sebesar Rp1,75 triliun dengan yield rata-rata 7,75 persen dan masa jatuh tempo 15 Mei 2048.

Penetapan nilai surat utang yang dilepas ke investor merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Pemerintah tengah gencar menerbitkan surat utang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan penanganan dampak pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia. Selain itu, penerbitan surat utang juga untuk pembiayaan program Pemuliihan Ekonomi Nasional (PEN).

Related posts

Tak Disertai Pendampingan, Stimulus Modal Kerja UMKM Dikritik

Aksi

Utang Klaim Jiwasraya Tembus Rp 18 T

Aksi

Saham Pengelola Starbucks Babak Belur Dihajar Insiden Asusila

Aksi
UA-151938467-1