Aksi
Internasional

Donald Trump Akan Jual Ribuan Bom Berpemandu ke Arab Saudi

Donald Trump Akan Jual Ribuan Bom Berpemandu ke Arab Saudi

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berencana menjual serangkaian senjata lagi ke Arab Saudi.

Rencana ini berlangsung setahun setelah Trump berkeras melanjutkan kontrak penjualan senjata kontroversial senilai US$8,1 miliar dengan Saudi meski muncul penolakan dari Kongres.

“Pemerintah AS saat ini berupaya menjual ribuan bom berpemandu presisi kepada ‘teman presiden’, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS),” kata seorang senator Partai Demokrat dari New Jersey, Bob Menendez, dalam artikel kolomnya yang terbit di CNN.

Menendez menuturkan Trump ingin memastikan penjualan senjata tersebut meski detailnya belum diumumkan kepada publik.

Ia menuturkan Trump berupaya membujuk Saudi untuk membeli senjata AS meski negara kerajaan itu “tampaknya ingin keluar dari kegagalan mereka dalam perang di Yaman.”

Menendez, anggota Komite Hubungan Luar Negeri di Senat, mengatakan pemerintahan Trump sebelumnya juga berencana menjual berbagai senjata ke Saudi dan sekutunya, Uni Emirat Arab.

Upaya itu, paparnya, ditolak Kongres setelah pembunuhan misterius seorang jurnalis Saudi pengkritik Pangeran MbS, Jamal Khashoggi.

Badan intelijen AS menyimpulkan bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh MbS. Menendez menganggap MbS merupakan “orang Arab yang berpikir dapat membantai para pengkritiknya tanpa konsekuensi.”

Kongres memang memblokir penjualan senjata AS ke Saudi tahun lalu. Namun, pemerintahan Trump tidak tinggal diam.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta “prosedur darurat” yang tidak jelas untuk memuluskan jalannya kontrak penjualan senjata itu.

“Hari ini, setahun kemudian, masih belum ada pembenaran bagi AS untuk menjual bom ke Arab Saudi.” ujar Menendez seperti dilansir AFP.

“Itulah sebabnya saya mempermasalahkan bahwa Kemlu AS sekali lagi menolak menjelaskan urgensi menjual ribuan bom lagi ke Arab Saudi di atas ribuan bom yang belum dikirim ‘darurat’ tahun lalu,” katanya menambahkan.

Menendez meminta Kongres untuk memblokir rencana penjualan senjata baru ini.

Related posts

Inggris Rilis Daftar 59 Negara Bisa Masuk Tanpa Karantina

Aksi

WHO Ungkap Laporan Pertama Virus Corona Bukan dari China

Aksi

Pangeran Saudi Unggah Foto Tentara Wanita Raja Salman

Aksi
UA-151938467-1