Home Regional Muhammad Idris Sebut Pelonggaran PSBB Berbahaya Sekali

Muhammad Idris Sebut Pelonggaran PSBB Berbahaya Sekali

by Gun
Muhammad Idris Sebut Pelonggaran PSBB Berbahaya Sekali

Wali Kota Depok Muhammad Idris menilai ide pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berbahaya dan dapat mengakibatkan peningkatan kasus Virus Corona (Covid-19).

[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”tag” orderby=”random”]

“0,5 persen saja dari warganya kini melakukan pelonggaran atau tidak disiplin, itu berarti sekitar 12 ribu warga Depok yang tidak disiplin, ini akan bahaya sekali,” kata Idris seperti dikutip CNN Indonesia TV, Kamis (21/5).

Berdasarkan information Badan Pusat Statistik (BPS) Depok yang diperbarui pada 18 Oktober 2019, jumlah penduduk kota ini mencapai 2.330.333 jiwa.

Diketahui, Pemerintah telah berancang-ancang melakukan pelonggaran kebijakan PSBB demi memberi akses pada kegiatan ekonomi. Meskipun, Presiden Jokowi menyebut itu akan dipertimbangkan secara hati-hati.

Namun, PSBB macam telah longgar di lapangan. Misalnya, penumpukan penumpang di bandara, kepadatan di jalan raya, kerumunan massa di pusat-pusat perbelanjaan di berbagai daerah.

Infografis PSBB di Daerah penyangga DKI Jakarta

Menanggapi wacana pelonggaran itu, epidemiolog Tri Yunis Miko mengungkapkan sejumlah poin penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan pelonggaran PSBB.

Kata dia, saat ini pemerintah pusat perlu melakukan evaluasi dan mengembangkan indikator kasus Covid-19 yang kini tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Ia lalu membandingkannya dengan kasus di Jerman yang masih ragu untuk membuka lockdown karena kurva kasus Covid-19 belum sampai jumlah nol seperti di Wuhan, China. Sementara, kurva di Indonesia masih terus menanjak.

Tri Yunis pun menegaskan bahwa semua ahli epidemilog sepakat tidak mengusulkan atau melonggarkan PSBB untuk saat ini.

“Kalau dilonggarkan, apapun alasannya kalau sekarang pada sektor mana pun tetap akan meningkatkan probabilitas,” katanya.

Diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Depok per Rabu (20/5), sebanyak 440 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 111 sembuh dan 22 meninggal dunia.

Infografis eight Kemungkinan ‘New Regular’ di Dunia Wisata

Kota Depok serta terus mencatat jumlah kasus Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di mana per hari yang sama jumlahnya telah mencapai 68 kasus meninggal dunia.

Secara nasional, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia per Kamis (21/5) mencapai 20.162 kasus. Dari jumlah itu, 4.838 orang dinyatakan sembuh, dan 1.278 orang lainnya meninggal.

You may also like

Leave a Comment