Home Teknologi Planet Mirip Bumi Disebut Sangat Langka Ditemukan

Planet Mirip Bumi Disebut Sangat Langka Ditemukan

by Gun
Planet Mirip Bumi Disebut Sangat Langka Ditemukan

Astronom asal Selandia Baru mengumumkan telah menemukan planet mirip Bumi (Tremendous-Earth) yang sangat langka. Temuan super-Earth ini digambarkan sebagai temuan satu diantara sejuta kemungkinan.

[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”tag” orderby=”random”]

Temuan planet mirip Bumi dari peneliti Universitas Canterbury (UC) di Selandia Baru tadi disebut memiliki ukuran dan orbit yang sangat mirip dengan Bumi.

Para peneliti menyebut planet langka temuan mereka ini punya masa antara Bumi dan Neptunus. Jarak orbit planet ini dengan bintang yang menjadi pusat revolusi berada di sekitar jarak Venus dengan Bumi.

Sementara bintang yang menjadi pusat tata surya ini diperkirakan punya massa lebih kecil dari Matahari kita. Satu tahun di planet ini diperkirakan berlangsung selama 617 hari.

Mengutip CNET, planet ini berada nyaris di tengah galaksi Bima Sakti. Kira-kira berjarak 25 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi ini. Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Astronomical bulan ini.

Peneliti pakai teknik microlensing gravitational untuk menemukan planet ini.

“Efek microlensing jarang terjadi, dengan hanya sekitar satu dari sejuta bintang di galaksi yang terpengaruh pada waktu tertentu. Selain itu, jenis pengamatan ini tidak berulang, dan kemungkinan menangkap planet pada saat yang sama sangat rendah,” jelas astronom UC, Antonio Herrera Martin, seperti dikutip Tech Explorist.

Temuan ini bermula ketika Dr Herrera Martin pertama kali memperhatikan bahwa ada bentuk yang tidak biasa pada cahaya yang keluar dari yang tengah diamati. Ia lantas melakukan analisis komputasi berbulan-bulan yang menghasilkan kesimpulan bahwa peristiwa ini disebabkan oleh paduan bintang dengan planet bermassa rendah.

Lihat serta: Planet Unik Mirip Jupiter Punya Hujan Besi Cair
“Kami pakai teleskop yang ada di seluruh dunia untuk mengukur efek kelenturan cahaya,” lanjutnya.

Para ilmuwan mengamati peristiwa microlensing ini selama 2018 dan menunjuk OGLE-2018-BLG-0677 pakai Eksperimen Gravitasi Optik (OGLE) pakai teleskop di Chili, dan Jaringan Teleskop Microlensing Korea (KMTNet) tempat para astronom UC termasuk, pakai tiga teleskop yang identik, pakai tiga teleskop yang sama. di Chili, Australia, dan Afrika Selatan.

Planet di luar tata surya atau exoplanet (further photo voltaic planet) memang menjadi perburuan para astronom untuk mencari planet-planet lain yang serupa dengan Bumi.

You may also like

Leave a Comment