Home Edukasi Niat Puasa, Hukum, Bacaan dan Waktu Membacanya

Niat Puasa, Hukum, Bacaan dan Waktu Membacanya

by Gun
Niat Puasa, Hukum, Bacaan dan Waktu Membacanya

Niat sangat penting dalam segala ibadah. Amalan yang dikerjakan tidak dilandasi dengan niat dianggap sebagai amalan yang sia-sia, dalam artian tidak mendapatkan nilai ibadah di sisi Allah SWT. Untuk itu, Rasulullah SAW mengingatkan:[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”cat” orderby=”random”]

“Sungguh per pekerjaan itu bergantung pada niat dan per orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR Bukhari Muslim).

Syekh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri dalam kitab Minhajul Muslim menuliskan membaca niat adalah salah satu dari tiga rukun puasa. Menurut Syekh, membaca niat puasa merupakan wujud kemantapan hati untuk berpuasa sebagai wujud ketaatan atas perintah Allah SWT dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah SAW lagi pernah bersabda:

“Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Advert-Daru Quthni dan Al- Baihaqi).

Hadits serupa diriwayatkan An-Nasa’i nomer 2334. Di dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seluruh amal perbuatan itu bergantung pada niatnya.”

Aisyah Radhiyallahu ‘anha seperti diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Muslim mengatakan:

“Pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahku, kemudian bertanya, ‘apakah kalian mempunyai makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘(Jika demikian), maka aku berpuasa’.

Berikut niat puasa Ramadhan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adaai fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Dalam mazhab Imam Syafi’i, niat puasa wajib dibaca pada malam hari, yaitu waktu setelah terbenamnya matahari (Magrib) sampai sebelum terbitnya fajar Shadiq sebelum sholat Subuh.

Rasulullah bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari, maka tak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Untuk puasa wajib, termasuk puasa Ramadhan, niat harus dilakukan per malam sehingga, jika seseorang lupa berniat pada malam hari, puasa pada siang harinya dianggap tidak sah.

You may also like

Leave a Comment