Home Peristiwa Begini Pengakuan Pembacok Sekeluarga Perawat di Purwakarta

Begini Pengakuan Pembacok Sekeluarga Perawat di Purwakarta

by Gun
Begini Pengakuan Pembacok Sekeluarga Perawat di Purwakarta

A (29) pelaku perampokan dan pembacokan sekeluarga di Purwakarta berhasil diringkus polisi. Pelaku mengaku terpaksa merampok karena butuh uang usai dirumahkan akibat Corona.[penci_related_posts title=”Baca Juga” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”cat” orderby=”random”]

Penangkapan pelaku setelah petugas melakukan penyelidikan mulai dari cerita warga, anjing pelacak K9 hingga pengintaian.

Menurut Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Adrian, pelaku melakukan aksinya pada (21/04) pukul 03.00 WIB. Ia berulah seorang diri dengan senjata tajam golok.

“Dia pengangguran, sebelum kejadian mulai dari jam 09.00 malam hingga pukul 02.00 dia major kartu (gaple) di sekitar rumahnya, dia pulang duluan. Usai itu dia ambil golok yang dipinjam dari orang tuanya hingga kejadian seperti itu”, ujar Kasat Reskrim kepada detikcom, Kamis (23/04/2020).

Usai kejadian, pelaku melarikan diri ke arah sungai Ciherang, membersihkan diri dari lumuran darah korban. Pakaian, golok hingga tubuh pelaku dibersihkan, untuk kemudian pelaku pulang ke rumah dan seolah tidak terjadi apa-apa.

Pasca ditangkap pelaku pun mengakui perbuatannya dan membeberkan kronologis hingga alasan pelaku melakukan perampokan yang berujung pembacokan.

“Lagi butuh duit, kerjaan nggak ada. Saya lagi di pulangkan, sebelumnya kerja proyek Jakarta sekarang nganggur udah lama di Purwakarta, karena Corona semuanya dipulangkan” ujar A pelaku pembacokan.

Pelaku mengakui pernah melakukan hal yang serupa pada tahun 2019 lalu, insiden tersebut berakhir di meja perdamaian.

Pelaku berdalih melakukan perampokan lagi karena tidak memiliki penghasilan, ia pun panik ketika kepergok oleh korban hingga melakukan pembacokan.

“Karena panik udah banyak warga, mau kabur susah dipegangin tangannya sama korban” ungkapnya.

Pelaku berhasil kabur setelah melakukan pembacokan kepada Kurniawati yang memegang tangan pelaku, dan Dedi yang mencekik pelaku, karena saat kejadian kondisi gelap anak korban pun terkena tebasan golok.

Korban terkapar, pelaku pun kabur melalui pintu yang sama saat masuk yakni jalur rumah bagian belakang.

You may also like

Leave a Comment