Aksi
Politik

Syarat Dukungan Pendaftar Independen Pilkada Purworejo Ditolak KPU

Syarat Dukungan Pendaftar Independen Pilkada Purworejo Ditolak KPU

Setelah melakukan verifikasi, KPU Kabupaten Purworejo akhirnya menolak bakal paslon bupati/ wakil bupati dari jalur perseorangan. Hal tersebut dilakukan lantaran bakal paslon tersebut tak bisa memenuhi syarat dukungan minimal.

Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Dulrohim mengungkapkan bahwa bakal pasangan Slamet Riyanto-Suyanto yang mendaftar bakal cabup dan bakal cawabup Pilkada Purworejo 2020 dari jalur perseorangan atau independen dinyatakan ditolak.

Penolakan dilakukan karena setelah dilakukan diverifikasi dan penghitungan dilakukan secara manual oleh KPU, pasangan tersebut tidak bisa memenuhi syarat dukungan minimal,

“Berdasarkan hasil pengecekan, dukungan bakal paslon perseorangan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dukungan dan sebaran, sehingga dokumen dukungan bakal paslon perseorangan tersebut ditolak,” kata Dulrohim saat ditemui detikcom di kantor KPU Purworejo, Kamis (27/2/2020).

KPU telah melakukan beberapa langkah sesuai prosedur di antaranya menghitung jumlah dokumen dukungan asli berupa formulir Model B.1-KWK perseorangan sesuai ketentuan perundang-undangan. Syarat jumlah dukungan minimal bagi pasangan calon perseorangan untuk Kabupaten Purworejo sebanyak 46.096 orang yang dihitung berpedoman pada indikator keabsahan Formulir Model B.1-KWK.

Selain itu, KPU juga mengecek dan menghitung jumlah dukungan yang tercantum dalam formulir Model B.1.1 KWK Perseorangan. Langkah lain yakni dengan menghitung persebaran dukungan yang tercantum dalam formulir Model B. 2-KWK perseorangan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan perundang-undangan, dengan berpedaman pada jumlah sebaran dukungan Bakal pasangan Calon Perseorangan untuk kab Purworejo sebanyak 9 wilayah Kecamatan.

“Kami juga mengecek kesesuaian jumlah dukungan dan persebarannya yang tercantum dalam formulir model B.2-KWK dengan pemenuhan syarat jumlah dukungan dan sebaran,” lanjutnya.

Sebelumnya, Slamet Riyanto-Suyanto telah mendaftar ke KPU Kabupaten Purworejo sebagai bakal calon perseorangan pada Minggu (23/2) malam lalu. Keduanya membawa berkas dukungan dari 46.614 orang yang dimasukkan ke dalam SILON. Bahkan penghitungan secara manual jumlah dukungan mencapai 47.770.

Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh KPU, jumlah angka tersebut berubah. Setidaknya sekitar 5.000 dukungan dinyatakan tidak memenuhi syarat sehingga jumlah dukungan minimal tak bisa dipenuhi.

“Kami juga sudah buat Berita Acara terkait hal tersebut. Jadi kesimpulannya adalah jumlah data dukungan yang diunggah di SILON KPU adalah 46.614, TMS-nya 4.412. Data dukungan yang diserahkan KPU Purworejo setelah dihitung ternyata ada 47.770, TMS-nya ada 5.535 sehingga dukungannya yang Memenuhi Syarat (MS) hanya 42.202,” papar Dulrohim.

“Jadi (syarat jumlah dukungan pasangan Slamet Riyanto-Suyanto) tidak memenuhi syarat sehingga status dukungan ditolak karena seharusnya jumlah syarat minimal dukungan 46.096,” pungkasnya.

Related posts

Faisal Basri Anggap Luhut Lebih Berbahaya dari COVID-19

Aksi

Kritik untuk Jokowi Bolehkan Warga Mudik Meski Corona Pandemik

Aksi

Pemerintah Harus Bersiap Menghadapi Risiko Terburuk Akibat Corona

Aksi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-151938467-1