Aksi
Politik

Kalau Koruptor Dihukum Mati, Terus Yang Siram Novel Diganjar Apa?

Kalau Koruptor Dihukum Mati, Terus Yang Siram Novel Diganjar Apa?Presiden Joko Widodo melemparkan wacana yang cukup mengejutkan pada Hari Anti Korupsi Sedunia, 9 Desember lalu. Mantan walikota Solo itu ingin agar koruptor dihukum mati.[penci_related_posts title=”You Might Be Interested In” number=”4″ style=”list” align=”none” displayby=”cat” orderby=”random”]

Ruang publik pun dipenuhi pro dan kontra pasca wacana itu dimunculkan. Mereka yang mendukung menyebut bahwa korupsi merupakan budaya laten, sementara mereka yang kontra menyebut aturan hukuman mati sudah ada.

Terlepas dari itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi justru menyimpat pertanyaan lain. Dia mempertanyakan mengenai hukuman bagi pihak-pihak yang mengganggu jalannya pemberantasan korupsi.

Salah satunya dengan mencontohkan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Hingga saat ini, kasus tersebut belum juga rampung. Bahkan pelaku juga belum diketahui.

“Jika koruptor dihukum mati, lalu apa ganjaran hukum bagi yang halangi bahkan dengan tindak kekerasan terhadap aparatus pemberantas korupsi (Novel Baswedan) & membonsai lembaga (KPK),” tanyanya dalam akun Twitter pribadi, Senin (16/12).

Secara logika, jika mengacu pada koruptor yang harus dihukum mati, maka penghalang gerakan anti korupsi harus dihukum hingga tiga kali lipat.

“Tapi kita hidup di zaman anti-logika,” sindir Adhie mengakhiri.

Related posts

11 Parpol Sepakat Lawan Faida di Pilkada Jember

Aksi

PAN Usul Ambang Batas Presiden dan Parlemen Sama

Aksi

KPU Sebut Anggaran Pilkada 206 Daerah Sudah Cair

Aksi
UA-151938467-1