Aksi
Hukum

Diduga Hina Presiden, Rocky Gerung Bisa Dijerat Pasal “Karet” UU ITE

Diduga Hina Presiden, Rocky Gerung Bisa Dijerat Pasal "Karet" UU ITE
Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung akan dilaporkan oleh PDI Perjuangan lantaran diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rocky diduga akan dijerat degan Pasal 28 ayat (2) UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) karena menyebut “presiden tidak ngerti Pancasila” saat menjadi pembicara di salah satu stasiun tv swasta.

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menuturkan, UU ITE menjadi problem di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Itulah (UU ITE) problem di kita. Undang-Undang dibentuk secara represif. Sehingga bisa ditafsirkan oleh penegak hukum dengan pasal karet itu,” kata Ujang saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/12).

Faktanya, kata Ujang, penegak hukum seringkali cepat memproses laporan-laporan yang berbeda aliran politik dengan pemerintah.

Sementara laporan-laporan yang ditujukan kepada pendukung pemerintah lambat ditindak.

“Penegakan hukum harusnya adil dan tidak pandang bulu, tidak menyasar kepada orang orang kritis saja,” tutur Ujang.

“Jadi semunya diperlakukan sama dalam konteks menjaga hukum kita,” tutupnya.

Related posts

Polisi Sebut Ada 70 Kafe Serupa Kafe Khayangan di Lokalisasi Gang Royal

Aksi

Risma Laporkan Netizen yang Hina Dirinya, Polisi Periksa 4 Saksi

Aksi

Karyawan Kafe Remang Jakut: 8 Perempuan di Bawah Umur Dijadikan PSK

Aksi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

UA-151938467-1