Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Tendang LBP dari Pusaran Kekuasaan

Tendang LBP dari Pusaran Kekuasaan - Aksi

Penulis Aksi | Tuesday 22 October 2019

Tendang LBP dari Pusaran KekuasaanJokowi tengah menggelar “beauty contest” terhadap para calon menterinya. Hingga kini patut diapresiasi langkah Jokowi yang mengundang figur-figur baru untuk mengisi kabinetnya, termasuk mengundang petinggi Gerindra sebagai upaya rekonsiliasi.

Diharapkan Jokowi konsisten menghadirkan figur-figur baru. Kalau pun tetap mempertahankan figur lama harus lah yang terbukti konstribusinya membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Figur lama yang hanya menjadi beban harus disingkirkan.

Di antara figur lama yang harus dibuang adalah Luhut Binsar Pandjaitan yang dalam Kabinet Kerja I pernah menjabat sebagai Kepala KSP, Menko Polhukam, dan Menko Kemaritiman.

Rekam jejak selama bercokol di kabinet lebih banyak merugikan dibanding kemanfaatannya. LBP selalu menawarkan solusi yang melibatkan China untuk mengatasi permasalahan bangsa. Misalnya yang teraktual, dalam kasus tekornya BPJS Kesehatan, LBP menawarkan asuransi China.

Selain orientasinya yang selalu condong ke China, LBP juga terlihat mementingkan bisnisnya sendiri. Awal tahun 2018, LBP meresmikan gedung mewahnya Sopo Del Tower di kawasan Mega Kuningan Jakarta.

Tidak sampai di situ, publik dikejutkan kepindahan kantor Pertamina ke gedung milik LBP. Sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa kepindahan kantor Pertamina ke Sopo Del Tower ada intervensi kekuasaan di baliknya.

Bisnis LBP boleh moncer. Punya gedung super mewah. Punya penyewa yang bonafid sekelas BUMN Pertamina. Namun kondisi suram terlihat pada bidang kerja kemaritiman yang diembannya.

Prestasi yang memalukan adalah keputusan impor garam. Indonesia yang merupakan pemilik pantai terpanjang kedua di dunia tak sepantasnya impor garam.

Kegagalan lainnya, gagal mewujudkan tol laut, gagal meningkatkan produksi minyak dan gas, kunjungan wisatawan asing masih di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura, dan yang terpenting adalah gagal fokus pada bidang kerjanya, karena LBP gemar mengurusi bidang kementerian lainnya.

Sudah tepat kiranya jika Presiden Jokowi menendang LBP dari pusaran kekuasaan.

 

SYA’RONI, Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

© Copyright 2019 AKSI.CO