Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Cegah Banjir Rutin Pagarsih, Pemkot Akan Bangun Danau Retensi

Cegah Banjir Rutin Pagarsih, Pemkot Akan Bangun Danau Retensi - Aksi.co

Penulis Aksi | Thursday 27 October 2016

Halangi Jalan Air, 19 Bangunan di Pasteur Dibongkar Pekan DepanPemerintah Kota Bandung bakal membongkar sebagian properti dua hotel, dua kantor, dan 15 rumah di kawasan Pasteur pekan depan. Ke-19 bangunan ini dituding berkontribusi pada banjir besar Senin 24 Oktober 2016.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan, ke-19 bangunan terindikasi sebagai salah satu penyebab banjir lewat kajian yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung. Sebagian properti mereka telah mempersempit jalur air.

“Hari ini Pak Camat sudah melayangkan surat peringatan. Pekan depan pembongkaran kami lakukan,” ujar Ridwan, Kamis 27 Oktober 2016 siang.

Dijelaskan Ridwan, pembongkaran tidak dilakukan terhadap seluruh bangunan. Mayoritas properti yang melanggar adalah akses masuk yang telah dibuat oleh hotel dan perkantoran. Sebagian properti ini yang menghalangi jalan air sehingga melompat ke jalan dan memicu banjir.

Bangun Danau Retensi

Selain pembongkaran di kawasan Pasteur, Pemkot Bandung juga berencana membangun sebuah danau retensi di kawasan Bima untuk mencegah banjir rutin di Pagarsih. Danau seluas sekitar 3 ribu meter persegi ini dibangun di lahan milik pengembang Istana Group.

“Saya sudah ketemu pengembangnya. Saya sudah paksa, mereka mau (mengalokasikan lahan untuk danau retensi),” katanya.

Menurut Ridwan, danau resapan yang ditargetkan tuntas dikerjakan dalam enam bulan ke depan ini bakal berfungsi menahan laju air sebelum menggerojok menuju Pagarsih. Dengan skema ini, diharapkan banjir bisa terantisipasi.

Ridwan membantah kritik yang menyebut Pemkot Bandung tidak bekerja mengatasi banjir. Ia memastikan Pemkot Bandung terus bekerja, meski beberapa hasilnya belum optimal.

Ia mencontohkan program pembuatan dua gorong-gorong baru di Pagarsih pada akhir 2015 lalu. Proyek senilai Rp 3 miliar tersebut terbukti masih belum juga berhasil menghilangkan banjir rutin di kawasan ini.

“Pemkot bukan tidak bekerja, tapi kurang (hasilnya). Kami akan terus saja bekerja sampai selesai,” ujarnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co