Aksi
Internasional

Polisi Tangkap Penembak Mati Imam Masjid di New York

Polisi Tangkap Penembak Mati Imam Masjid di New YorkPolisi berhasil menangkap pelaku penembakan imam masjid Banglades di New York, Maulama Akonjee (55) dan rekannya Thara Udin (64). Seperti dilaporkan laman ABC News, Selasa 16 Agustus 2016, pelaku penembakan diidentifikasi bernama Oscar Morel (35) warga AS keturunan India yang bekerja di restoran sekitar lima kilometer dari masjid komunitas Bangladesh di Ozone Park.

Beberapa jam setelah insiden penembakan itu terjadi, Minggu waktu setempat, otoritas kepolisian New York (NYPD) sebenarnya telah mencurigai Morel sebagai tersangka pelaku. Pasalnya, dari rekaman CCTV, terlihat mobil pelaku Chevrolet TrailBlazer. Namun polisi masih kurang bukti karena hasil rekaman CCTV tak jelas lantaran insiden berlangsung malam hari. Wajah pelaku pun tak terlihat. Sampai akhirnya, 10 meni tusai insiden mpenembakan, ada laporan dari salah seorang pengendara sepeda yang mengalami tabrakan dan melaporkan insiden itu ke NYPD.

Peristiwa tabrakan tersebut ternyata melibatkan mobil Chevrolet TrailBlazer yang dikemudikan Morel. Saat polisi NYPD ke lokasi tabrakan, polisi melihat bahwa mobil tersebut mirip dengan mobil yang ada di rekaman CCTV di Ozone Park. Morel pun diinterograsi. Awalnya terkait dengan tabrakan yang melibatkan sepeda. Namun kemudian kasus ini dikembangkan dan terungkaplah bahwa Morel merupakan pelaku penembakan dua warga Muslim Bangladesh di Ozone Park, Queens. Sejak Senin, Morel telah ditahan dan didakwa melakukan pembunuhan. Sidang pelaku akan digelar pekan ini.

Pekerja restauran tersebut masih memberikan keterangabn berbelit-belit, bahkan saat ditangkap pun sempat akan melarikan diri dengan menabrak mobil polisi.

Polisi sendiri masih belum mengungkapkan motif pelaku. Namun wali kota New York mengatakan, pelaku menembak mati kedua warga Banglades tersebut dilatarbelakangi kebencian.

Sebelumnya, salah seorang anak Maulama, Naima Akonjee (28) mengatakan bahwa ayahnya yang punya tujuh orang anak tersebut, selama ini tak punya masalah dengan kalangan manapun. Oleh karena itu, kata Naima, dirinya beserta keluarga sangat terkejut mendengar ayahnya tewas ditembak. “Dia tak pernah punya masalah dengan siapapun,” ujar Naima yang menyebutkan bahwa ayahnya yang baru pindah dari Banglades ke AS pada 2014 lalu untuk menjadi imam di masjid di kalangan komunitas Asia Selatan.

Related posts

Polisi Hong Kong Akan Tangkap 6 Aktivis Pro-Demokrasi

Aksi

Pandemi Covid-19, AS Terperosok ke Jurang Resesi Ekonomi

Aksi

Presiden Filipina Ancam Penjarakan Warga Tak Pakai Masker

Aksi
UA-151938467-1