Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Wisata Nusa Gede Tasikmalaya

Wisata Nusa Gede Tasikmalaya - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 28 April 2014

Tasikmalaya bukan hanya dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki banyak pesantren, sehingga menjadikan kota ini dikenal sebagai kota santri. Untuk itu, tak ayal jika di kota ini banyak terdapat makam-makam bersejarah yang selalu ramai dikunjungi peziarah di bulan-bulan ini. Salah satunya adalah Nusa Gede.  
Nusa Gede merupakan sebuah pulau yang berada di tengah-tengah danau ini. Di dalamnya terdapat komplek pemakaman yang menjadi sejarah dari pembentukan kota Panjalu. Makam yang paling terkenal adalah makam Raden Adipati Hariang Kencana bin Prabu Borosngora. Dimana ia adalah Raja yang dulunya memimpin kawasan Panjalu.
 
Pulau tersebut ramai dikunjungi wisatawan pada bulan-bulan ini. Mereka yang datang dari daerah luar Tasikmalaya tersebut selalu datang setiap tahun dan berdoa di dalam komplek makam ini. Nusa Gede merupakan kawasan pemerintahan pada masa kerajaan kuno yaitu Kerajaan Panjalu. Raja Islam pertama di kerajaan ini adalah Prabu Borosngora yang tak lain adalah ayahanda dari Raden Adipati Hariang Kencana. Karena itulah, penyebaran agama Islam di wilayah Panjalu mulai berkembang pesat setelah dipimpin oleh Prabu Borosngora.
 
Kawasan Nusa Gede termasuk cukup sejuk. Pepohonan yang ada di kawasan ini berhasil menghalangi sinar matahari yang bersinar terik dan membuat para peziarah yang datang semakin merasa nyaman. Dengan luas kurang lebih 9.25 hektar, Nusa Gede merupakan kawasan yang masih alami dan terjaga keasriannya oleh masyarakat setempat. Sangking alaminya, di kawasan ini dulunya merupakan habitat dari kalong, atau yang dikenal dengan kelelawar.
 
Situ Lengkong sendiri merupakan danau alami yang terletak di kaki Gunung Syawal dan termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Situ ini merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi pemerintah dan merupakan salah satu tujuan wisata Kabupaten Ciamis sebelah Utara. Dengan banyaknya penemuan sejarah yang ada di kawasan ini dulunya, maka kawasan ini akhirnya dibuka untuk wisata ziarah.
 
Bahkan pada tanggal 17 Maret 2004, kawasan ini dukukuhkan sebagai desa wisata religi dan selalu menjadi tujuan wisatawan untuk berziarah. Situ Lengkong ini terletak di sekitar 35 kilometer sebelah utara dari kota Ciamis. Hanya dengan harga masuk sebesar 2500 rupiah dan menyewa perahu, wisatawan bisa mengelilingi danau sekaligus berziarah ke makam Raja Islam pertama di daerah Tasikmalaya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply