Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pentingnya Liburan di Pantai

Pentingnya Liburan di Pantai - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 25 August 2014

pantai berbatu tepi airport pantai teluk ketapang (620 x 350)

Jika Anda ingin jalan-jalan, ahli biologi kelautan Wallace J. Nichols akan membuat Anda serius mempertimbangkan berlibur ke pantai. Kenapa?  
Berdasarkan penelitian selama lebih dari 10 tahun penelitian, melihat air, berada di sekitar air atau di dalam air akan membuat otak kita melepaskan zat kimia bahagia seperti dopamin, serotonin, dan oksitosin. 

Berikut adalah lima teori dari buku Nichols (Blue Mind: The Surprising Science That Shows How Being Near, In , On, Or Under Water Can Make You Happier, Healthier, More Connected, And Better At What You Do)yang benar-benar akan membuat pikiran Anda dipenuhi oleh birunya air laut, seperti dilansir Huffington Post.
 
Air mengembalikan kita ke keadaan alami
 
Kita terhubung dengan air dari awal kehidupan. Tubuh bayi terdiri dari sekira 75 persen air. Semakin bertambahnya usia, jumlah tersebut berkurang (hanya 60 persen). Namun otak masih terdiri dari tiga perempat air, bahkan tulang mengandung 31 persen air.
 
Otak di kepala kita bereaksi terhadap air karena, seperti yang Nichols tulis, “Nenek moyang kita keluar dari air dan berevolusi dari berenang ke merangkak untuk berjalan. Janin manusia masih memiliki struktur ‘insang-celah’ dalam tahap awal perkembangan mereka.” Dan air dalam sel-sel kita “sebanding dengan yang ditemukan di laut.”
 
Koneksi biologis terhadap air ini memicu tanggapan langsung dalam otak kita. Ketika Anda melihat atau mendengar laut, Anda tahu bahwa “Anda berada di tempat yang tepat.”
 
Kita lebih santai ketika berada di pantai

Dengan melihat gambar pantai saja sudah bisa menenangkan kita. Ada penelitian (Functional Neuroanatomy Associated with Natural and Urban Scenic Views in the Human Brain: 3.0T Functional MR Imaging) yang menunjukkan bagaimana daerah otak yang berhubungan dengan kurang stres dan lebih empati aktif ketika melihat pemandangan alam. Gambar lanskap perkotaan menimbulkan aktivitas di bagian otak yang berhubungan dengan stres, namun gambar-gambar alam meningkatkan aktivitas otak di bagian yang berhubungan dengan “outlook positif, kestabilan emosi, dan ingatan kenangan indah.”
 
Dan dalam urusan pemandangan alam, pantailah pemenangnya. Studi lain, Human Brain Activation in Response to Visual Stimulation with Rural and Urban Scenery Pictures: A Functional Magnetic Resonance Imaging Study menunjukkan bahwa gambar pantai lebih efektif daripada gambar alam lainnya dalam mengaktifkan sistem penghargaan peserta, yaitu daerah kaya reseptor opioid yang memicu perasaan kesehatan.
 
Melihat gambar memang baik, tapi melihat air lebih baik lagi
 
Nichols merujuk studi pada 2011 di mana aplikasi smartphone yang disebut Mappiness mampu melacak tingkat kesejahteraan sekitar 22.000 peserta. Para peserta menerima petunjuk secara acak untuk melaporkan betapa bahagianya mereka saat itu. Menurut lebih dari 1,1 juta tanggapan yang dikirim, orang-orang yang berada di alam tidak hanya bahagia tapi juga 5,2 persen lebih bahagia ketika berada dekat air.
 
Air meremajakan pikiran yang lelah

Nichols menggambarkan bahwa kita sekarang memiliki lebih banyak layar untuk disentuh, jaringan sosial untuk di-update dan website untuk di-refresh, serta otak lelah kita juga harus diisi ulang. Dan air membantu itu terjadi, menurut teori Nichols.
 
Dia merujuk penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology pada 1995, berjudul “Views to Nature: Effects on Attention.” Para peneliti ingin mengetahui apakah siswa yang tinggal di asrama dengan pemandangan alam yang indah akan mendapatkan hasil yang lebih baik pada tes kognitif atau tidak daripada siswa dengan pemandangan urban. Tes itu mengukur perhatian, pemindaian visual, dan kecepatan motor.
 
“Kamar asrama tersebut dikelompokkan berdasarkan pemandangan dari jendela mereka, yaitu pohon dan danau, rumput dan bangunan, dan dinding bata dan atap batu tulis. Mahasiswa yang kamarnya berpemandangan pohon dan danau tidak lebih baik pada tes kognitif, tetapi juga dinilai jika fungsi attentional mereka lebih efektif daripada semua kelompok lainnya digabungkan.” Studi ini menemukan bahwa tidak hanya alam meremajakan pikiran lelah, tetapi juga memulihkan perhatian dengan sesederhana.
 
Warna biru menenangkan
 
Biru ternyata adalah warna favorit di dunia. Nichols mengutip sebuah proyek penelitian tahun 2003 yang mensurvei 232 orang dari seluruh dunia tentang warna favorit. Sekira 42 persen pria dan 35 persen perempuan yang disurvei mengatakan jika biru adalah warna favorit mereka.
 
Nichols tidak terkejut. Kita “berevolusi di planet yang terutama bernuansa air dan langit biru,” tulisnya, sehingga masuk akal bahwa biru merangsang respons emosional yang positif. Dia mengutip ahli bedah saraf Amir Vokshoor yang menjelaskan bahwa “mekanisme gairah dirangsang oleh panjang gelombang biru berkorelasi dengan pelepasanneurotransmitter yang dianggap berhubungan dengan perasaan euforia, kegembiraan, penghargaan, dan kesehatan yang berhubungan dengan efek dari dopamin.”
 
Nichols juga mengutip sebuah studi dalam jurnal Perceptual And Motor Skills yang berjudul “Effect Of Partition Board Color On Mood And Autonomic Nervous Function,” yang menemukan bahwa kita lelah dan sesak ketika menjadi berkurang ketika kita berada di sekitar warna biru.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply