Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Family Gathering SIMH Berpetualang di Alam Santosa

Family Gathering SIMH Berpetualang di Alam Santosa - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 25 March 2017

Family Gathering SIMH Berpetualang di Alam SantosaSekitar 370 orang sedari pagi hingga siang pada Sabtu, 25 Maret 2017 berkumpul di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Tema pertemuan yang dihadiri 150 siswa TK & SD Sekolah Islam Mutiara Hati (SIMH) berikut orang tuanya, family gathering itu berlangsung seru – “Tak terkira, petualangannya,” seru beberapa orang tua yang mengaping putra-putrinya.

“Kami berkumpul menyatukan suasana full serba gembira. Bersyukur bisa bertemu, di luar jam sekolah yang serba terbatas,” papar salah satu dari 30 guru disela-sela memandu perjalanan ke hutan buatan di Alam Santosa yang luasnya sekitar 4,5 ha. “Saya kagum dengan usaha Pak Eka Santosa menghijaukan bukit gundul di Pasir Impun.”

Inti dari family gathering ini, di antaranya menikmati aneka kaulinan budak lembur (permainan tradisional). Diketahui aneka permainan ini, hampir punah karena terdesak oleh serbuan modern games. Hebatnya, melalui permainan ini, antara orang tua dan para siswa serta guru, jadi berbaur.

“Saya terkesan dengan permainan serba karet gelang. Waktu kecil sering dimainkan, sekarang entah kemana tuh. Tadi main gasing dari biji-bijian. Itu asyik lho?”, papar pasangan orang tua siswa Ahmad – Fitri yang menjajal hampir semua permainan lain seperti menembak dengan karet gelang, lompat karet, main boy-boyan, berpetualang ke hutan, dan menangkap ikan pun mereka jajal – “Tadi sempat basah-basahan menangkap ikan sekeluarga, itu asyik menyatukan kami”.

Ujar Kepala Sekolah

Menurut Eva Liana, Kepala Sekolah SIMH, seluruh siswa yang termasuk kategori berkebutuhan khusus pun, beserta orang tua dan guru pendamping tampak amat menikmati suasana sejuk disini:”Ini yang pertama di sini, kemungkinan akan rutin untuk masa datang. Ini penting untuk keseimbangan dunia belajar di kelas dan belajar di alam.”

Lainnya, kata Dede Manuari, guru SIMH yang menangani urusan kesiswaan:”Ketika bertualang ke hutan, para siswa walaupun ngos-ngosan semua tetap bersemangat. Waktu menangkap ikan, orang tua dan kakeknya pun ada yang turun. Ini bagus untuk membina keluarga secara utuh.”

Alhasil family gathering ini memunculkan nuansa baru:”Mereka sangat menikmati suasana pedesaan yang kini mulai sirna, terutama di perkotaan. Ada orang tua, berniat berkunjung ulang ke sini”, tutur Dadan Supardan, GM Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa.

Sementara Eka Santosa, pemilik Alam Santosa yang sehari-hari bergerak dalam kegiatan lingkungan dan budaya Gerakan Hejo serta Forum Daerah Aliran Sungai Citarum, mengamati animo ini:”Bersyukur, warga perkotaan kini mulai menikmati suasana pedesaan di sini. Ini tak sekedar wahana rekreasi, melainkan ada nuansa edukasi dan pengenalan lingkungan hidup.(HS/SA).

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply