Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Revitalisasi Bangunan Kota Tua Terus Dilakukan

Revitalisasi Bangunan Kota Tua Terus Dilakukan - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Sunday 3 April 2016

Jakarta__kota_tuaPengajuan Kota Tua Jakarta menjadi Situs Warisan Budaya Dunia telah dilakukan pada September 2015 lalu. Berbagai usaha revitalisasi pun telah dilakukan. Bukan cuma penyelamatan bangunan lapuk, tetapi penghidupan Kota Tua di era modern terus dilakukan.

Meski mengincar status Cagar Budaya Dunia, Jakarta Kota pernah punya identitas kehidupan vital baik sebagai kota ataupun jalur distribusi barang dan jasa. Sudah sekian lama mengalami degradasi fisik, kualitas hidup dan fungsi, sangat pantas bila kini Kota Tua hidup kembali.

Menghidupkan, atau revitalisasi, bangunan tua tidaklah mudah. Selain karena jumlah bangunan yang lapuk terbilang banyak, pun tak dapat sembarang melalukan revitalisasi gedung tua peninggalan londo penjajah ini.

Pengerjaan revitalisasi bukan hanya berpacu pada arsitektur gedung, namun juga pada keselamatan pekerja dan sekitarnya. Beberapa gedung yeng tengah dipugar seperti Gedung Dharma Niaga ini kerap berdekatan dengan pengunjung Kawasan Kota Tua.

Upaya revitalisasi yang usai dikerjakan menarik banyak pengunjung untuk datang. Setidaknya mereka dapat menikmati dan ikut mengabadikan gaya retro dari pusat peradaban di dunia belahan timur di masa penjajahan dahulu kala.

Beberapa bangunan rampung hidup kembali seperti Historia Food and Bar dan Kedai Seni Djakarte, tapi masih ada yang dalam proses pengerjaan. Kedua bangunan ini bersebelahan dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.

JOTRC dan JEFORAH selaku badan yang menggalakkan pengembangan kawasan Kota Tua, punya agenda konservasi di 12 lokasi. Tiga bangunan telah rampung, seperti Kantor Pos, Pantjoran Tea House, dan OLVEH. Masih ada dalam proses seperti Van Vleuten & Cox, Kerta Niaga, Cipta Niaga, dan Roa Malaka.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018