Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Dedi Mulyadi: Kasih Sayang Ibu Tak Bisa Diukur dengan Materil

Dedi Mulyadi: Kasih Sayang Ibu Tak Bisa Diukur dengan Materil - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 31 March 2017

Dedi MulyadiKasus anak di Kabupaten Garut Jawa Barat yang menggugat ibu kandung sendiri, karena hutang piutang, membuat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak habis pikir atas sikap yang ditunjukan oleh pihak penggugat Rokayah (85).

Selain “keukeuh” dengan pendiriannya yang tidak mau mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Garut dengan total nilai gugatan sebesar Rp1,8 miliar, pihak penggugat pun kini menawarkan paket kasih sayang kepada tergugat yang merupakan ibu dan ibu mertua penggugat sendiri.

“Pak Handoyo menawarkan paket kasih sayang kepada Ibu Rokayah. Kok kasih sayang dipaket-paket? Kalau gugatan dikabulkan, katanya akan memberikan Rp900 Juta kepada beliau, lah uangnya dari mana?,” kata Dedi di rumah dinas Bupati Purwakarta, Jalan Gandanegara No 25, Jumat(31/3).

Dedi sendiri berpendapat, kasih sayang kepada seorang Ibu tidak bisa dikonversi kepada nilai materil terutama uang. Ia menegaskan gugatan yang dilayangkan oleh Handoyo sebenarnya sudah mendegradasi nilai kasih sayang itu sendiri.

“Kalau format kasih sayang itu bersifat materi. Saya kira sama dengan produsen barang yang menawarkan paket promo kepada konsumen. Kan gak logis. Sikap berani menggugat ibu sendiri itu sudah menghilangkan nilai kasih sayang,” ujarnya.

Dedi menyebut, hubungan emosional seorang ibu kepada anak merupakan relasi tanpa batas. Sehingga menurutnya sama sekali tidak pantas disamakan dengan nilai materi.

“Kasih sayang ibu kepada anak itu tidak ada batas. Aneh saja kalau dipaket pakai nilai uang,” paparnya.

Sebelumnya, Handoyo, suami dari Yani yang merupakan anak Ibu Rokayah di sela persidangan di Pengadilan Negeri Garut menyebut pihaknya akan menyiapkan paket kasih sayang untuk Sang Bunda sebesar setengah dari nilai gugatan jika gugatan yang ia layangkan dikabulkan oleh Majelis Hakim.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply