Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Ekonomi Indonesia Diujung Tanduk

Ekonomi Indonesia Diujung Tanduk - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 25 August 2015

hafiz tohirKetua Komisi VI DPR, Ir H. Hafiz Tohir menilai, ekonomi Indonesia sudah dalam kondisi gawat darurat. Terindikasi dari terus melemahnya nilai tukar rupiah pada level Rp 14 ribuan dan indeks harga saham gabungan (IHSG) .

Ekonomi RI sudah genting. Di ujung tanduk. Pemerintah harus berhati-hati dalam merespon keadaan ini. Manajemen krisis harus segera dilakukan dan protokol krisisnya harus segera dibuat.

Kondisi gawat darurat ini dapat dilihat dari pergerakan IHSG yang setiap hari turun beberapa point. Ini menandakan telah terjadi capital flight.

Bahkan kemarin capital outflow sampai 4%. Kalau tiap hari begini, tidak akan ada lagi modal yang available alias kita kesulitan likuiditas.

Presiden Jokowi mau tidak mau harus melakukan konsolidasi ekonomi, politik dengan berbagai pihak guna merancang program ekonomi nasional yang komprehensif, menggunakan strategi total football.

Pertahanan terbaik adalah menyerang dan bertahan sekaligus. Artinya, semua potensi bangsa digerakkan untuk keluar dari kondisi ini. Ajak bicara semuanya, tenangkan rakyat, tenangkan pasar. Yakinkan bahwa fundamen ekonomi Indonesia akan tetap bisa bertahan.

Selain itu, dalam jangka pendek, Menko Perekonomian dan Gubernur BI Agus Martowardojo dan ekonom yang kini menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, dapat memperkuat fundamental ekonomi dibantu para ahli moneter lainnya.

Mereka juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan membangkitan industri-industri yang sudah menurun akibat perlambatan ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah serta melakukan komunikasi internasional agar espor kembali bergairah.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga harus melakukan perbaikan struktur moneter. Hindari berutang dolar agar tidak menekan neraca pembayaran dan mulai membuat program ekonomi agar sektor riil berjalan.

Perekonomian Indonesia terus melambat karena pada kuartal I-2015 hanya tumbuh 4,71% dan pada kuartal II-2015 turun menjadi 4,67%. Ini pertumbuhan terendah sejak 2009.

Di sisi lain, melemahnya ekonomi China yang membuat yuan didevaluasi, telah memicu kegoncangan di pasar komoditas dan keuangan global sehingga IHSG dan rupiah yang dalam beberapa bulan terakhir terus melemah, makin tak berdaya.

Pada penutupan perdagangan hari Senin (24/8), IHSG ditutup turun 3,79% ke level 4.163,729. Ini merupakan level terendah sejak Januari 2015. Perdagangan menjelang Selasa siang, rupiah makin terpuruk dan pada pukul 11:04 WIB bertengger di level 14.064,50/dolar AS.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Ekonomi Indonesia Diujung Tanduk”

  1. […] industri di Inggris yang kemungkinan akan ditinggal sebagian investornya akibat mengecilnya skala ekonomi negeri Ratu Elizabeth […]

Leave a Reply