Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Jokowi Diminta Rombak Direksi PGN Karena Korupsi FSRU Lampung

Jokowi Diminta Rombak Direksi PGN Karena Korupsi FSRU Lampung - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 22 March 2016

Jokowi Diminta Rombak Direksi PGN Karena Korupsi FSRU LampungKerugian negara dalam dugaan korupsi pada proyek regasifikasi atau pengolahan gas terapung (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencapai US$100 juta, akibat tidak optimalnya FSRU Lampung dalam beroperasi. Padahal, PGN harus tetap membayar sewa ke pihak ‘Hoegh’ sebagai kontraktor sebesar lebih dari US$6 juta per bulan.

Dalam penyelidikan Kejaksaan Agung sendiri telah di temukan indikasi adanya dugaan korupsi pada proyek FSRU Lampung senilai US$ 400 juta. Dimana ada dugaan penggelembungan biaya dalam proyek tersebut.

Seharusnya dengan telah di periksanya beberapa pejabat di PGN seperti Tri Setyo Utomo (Asmen Keuangan & Administrasi Proyek), M Wahid Sutopo (Dir. Perencanaan Investasi & Manajemen Risiko), Eri Surya Kelana (Dir.Keuangan & Admin), Retno Kadarini (Ketua Panitia Pengadaan), Agoes Krenowo (Sekretaris Panitia Pengadaan) sudah bisa di tetapkan siapa tersangka utama dari dugaan korupsi berjamaah ini. Kejaksaan Agung tidak usah ragu, panggil juga jajaran direksi termasuk direktur utama PGN. Demikian disampaikan Koordinator Indonesia Energy Watch, M. Adnan Rarasina dalam keterangannya pada redaksi di Jakarta, Selasa (22/3)

“Kami minta Presiden Jokowi melalui Men BUMN untuk mereviu ulang kinerja direksi Perusahan Gas Negara (PGN) yang telah lalai sehingga mengakibatkan kerugian negara di luar indikasi dugaan korupsi yang telah di temukan Kejaksaan Agung sebesar Rp 1 Triliun,” tegasnya.

Menurutnya, sesuai program nawa cita dan revolusi mental pemerintahan Jokowi JK, bila di temukan adanya unsur-unsur kontrev (kontra revolusi) maka harus sesegera mungkin di ‘retool’ termasuk dalam hal ini direksi PGN.

“Rombak total jajaran direksi PGN hasil RUPS 2015 antara lain Dirut Hendi Prio Santoso, Dir. Perencanaan Investasi & Manajemen Risiko M. Wahid Sutopo, Dir. Pengusahaan Jobi Triananda Hadjim, Dir. Teknologi dan Pengembangan Djoko Saputro, Dir. Keuangan M. Riza Pahlevi Tabrani dan Dir. SDM dan Umum Hendi Kusnadi. Ganti dengan figur-figur baru yang yang lebih punya komitmen dalam mendukung kedaulatan energi nasional sesuai nawa cita,” paparnya.

“Dalam Waktu dekat kami dari Indonesia Energy Watch (IEW) akan mendatangi pihak-pihak terkait terutama Komisi 6 (BUMN) dan Komisi 7 (energi) DPR RI untuk melaporkan dugaan korupsi ini agar di tindak lanjuti dalam bentuk panitia kerja (panja) pengawasan kasus ini,” tambah Adnan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018