Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Djarot Maju dengan Buwas di Pilkada Jakarta

Djarot Maju dengan Buwas di Pilkada Jakarta - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 15 July 2016

Djarot Maju dengan Buwas di Pilkada JakartaPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 semakin mendekat. Spekulasi mengenai nama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur juga semakin santer beredar. Kali ini, spekulasi itu keluar sendiri dari mulut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sebelumnya sudah memastikan kembali mencalonkan diri.

Pria yang disapa Ahok itu berspekulasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bakal berpasangan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas). “Jangan-jangan Djarot sama Buwas didukung sama PDI Perjuangan,” kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (15/7)

Djarot merupakan kader dari PDI Perjuangan, sementara Buwas digadang-gadang menjadi calon kuat dari Partai Gerindra. Kemungkinan Buwas berduet dengan Djarot bisa terjadi lantaran PDIP dan Gerindra, menurut Ahok, terlihat semakin dekat belakangan ini.

Selain nama Djarot dan Buwas, beberapa nama besar lainnya dikabarkan bakal memperebutkan kursi Pilkada DKI 1, di antaranya Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Yuzril Ihza Mahendra. Ahok mengaku terganggu atas keriuhan pencalonan saat ini. “Semua orang ribut mau kursi gubernur, gangguin melulu. Saya mendingan kerja,” tutur Ahok.

Terkait pencalonannya, Ahok menegaskan masih berpasangan dengan Heru Budi Hartono, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta. Meski jarang terlihat bersama Heru, Ahok mengatakan dirinya dan Heru menjalin komunikasi yang lancar via WhatsApp. “Kan, Pak Heru sementara, sekarang,” ujarnya.

Mengenai mekanisme pencalonan yang akan ditempuh, Ahok berjanji akan mengumumkan itu setelah Bulan Syawal dalam kalender Hijriah berakhir atau pada bulan Agustus mendatang.

Gubernur DKI Jakarta kelahiran Manggar, Belitung ini sudah resmi didukung tiga partai politik yakni Hanura, Nasdem, dan Golkar. Namun dirirnya belum bisa memutuskan apakah akan mencalonkan lewat mekanisme partai atau jalur independen.

Jika menggunakan jalur Parpol, ketiga partai pendukung Ahok mengaku siap mengusung gubernur berusia 50 tahun itu. Di sisi lain, pasangan Ahok dan Heru juga bisa menggunakan jalur independen karena sudah mengantongi lebih dari satu juta KTP dukungan sebagai syarat untuk mencalonkan diri.

Pengumpulan KTP itu dilakukan oleh Teman Ahok, relawan yang selama ini mendesak Ahok untuk maju lewat jalur independen. Dalam waktu dekat, Ahok mengatakan akan menemui para pendukungnya tersebut untuk memutuskan apakah maju lewat jalur Parpol atau independen.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply