Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Ahok, Politik, Ras, dan Kekristenan Indonesia

Ahok, Politik, Ras, dan Kekristenan Indonesia - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 15 July 2016

Ahok, Politik, Ras, dan Kekristenan Indonesia Sudah sekian tahun Ahok menjabat Gubernur DKI menggantikan Gubernur sebelumnya yakni Bapak Jokowi yang sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia. Pada awalnya simpati kemudian benci selanjutnya menjadi terbiasa dengan kebiasaan Ahok yang selalu ceplas-ceplos dan fulgar tanpa pandang bulu. Kepemimpinan Ahok menurut teori dari buku yang saya baca Sikap Ahok lebih mendekati klasifikasi sikap penguasa dari pada pemimpin atau kalau dinyatakan dengan jelas adalah Penguasa Muda Bukan Pemimpin Muda. Tetapi bukan berarti sikap kepemimpinan Ahok tidak memiliki kelebihan atau nilai positifnya secara obyektif saya mengatakan sangat banyak nilai positifnya. Buktinya masyarakat Jakarta masih banyak yang menginginkan Ahok menjadi Gubernur DKI. Namun demikian juga perlu ada yang masih dievaluasi baik perbaikan bagi Ahok dimasa yang akan datang.

Saya sebenar ingin bersikap masa bodoh atau tidak peduli dengan keberadaan Ahok sebagai Gubernur DKI dan kepemimpinan Daerahnya. Namun karena adanya unsur Kehidupan Kristen yang dilibatkan oleh oknum dan kelompok tertentu guna membangun kekuatan politiknya maka rasa keimanan saya sebagai orang Kristen tergugah untuk menulis ulasan ini.

Bukan tidak ada proses dalam menyusun tulisan ini. Saya menunggu dari seorang pakar dan ahli serta tokoh agama atau negarawan atau akademisi menulis tentang keberadaan Ahok sebagai Gubernur DKI namun tidak juga kunjung ada maka dari itu saya memberanikan diri menulis dan menampilkan tulisan ini. Judul tulisan memang terkesan tidak enak namun janganlah dibaca dari judul tapi silahkan baca dari isinya semoga memiliki manfaat dan berguna bagi kehidupan kebangsaan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika dan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menurut saya tulisan berimbang tidak mendiskreditkan siapapun kelompok masyarakat, komponen bangsa, komponen politik, dan umat beragama, termasuk Ahok sendiri sebagai pribadi dan warga negara Indonesia.

Reformasi dan Permasalahan
Reformasi yang bergulir pada 1998 telah membuat perubahan besar dalam kehidupan kebangsaan Indonesia terutama dalam kehidupan dan penyelenggaraan politik Indonesia. Seperti sistim politik, Amandemen, Dan Kepemimpinan Nasional Indonesia. Untuk membatasi ulasan ini maka uraian hanya secara singkat disampaikan sebatas ini saja.

Selain itu ada perubahan yang mendasar kehidupan masyarakat yakni :
1. Keturunan China dihilangkan identitasnya sehingga hanya menjadi warga negara Indonesia saja. Agama yang semula hanya 5 agama bertambah menjadi 7 agama yakni Khong Hu Chu Dan Taoisme. Keturunan China yang semula dibatasi hak kewarganegaraannya kemudian diberi kebebasan seluas luasnya tanpa ada batas budaya, sejarah, dan adat tradisi.
2. Warga negara Indonesia yang pernah terlibat G 30 S/PKI tidak lagi diberi tanda OT dalam KTP dan dikembali hak Politiknya untuk dipilih dan memilih. Serta yang di tahan dalam penjara dibebaskan.
3. Persepsi tentang Kebhinekaan Indonesia dan hubungannya dengan Pancasila. Yang semula Kebhinekaan Indonesia dalam Pancasila Dan UUD 1945 dirubah terbalik Pancasila menjadi bagian dari Kebhinekaan Indonesia sehingga ada sebagian kelompok simpatisan komunis dan PKI yang berusaha untuk memasukan Idiologi dan pehamahaman Komunis dalam kebhinekaan Indonesia.
Permasalahannya. Dengan Reformasi fundamental berpikir jadi berubah masyarakat berubah dan terkesan mengesampingkan pemahaman sejarah Nasionalisme Indonesia. Akibatnya terkesan bahwa Reformasi Kebablasan dan tidak lagi berada dalam koridor norma adat budaya dan tradisi kehidupan kebangsaan yang diperlukan untuk memperkokoh sendi sendi kehidupan masyarakat yang berkesinambungan.
Akibat banyak terjadi tindak kekerasan, radikalisme, dan tindakan terror yang dilakukan sebagai implikasi untuk menunjukkan diri dan menuntut haka dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang dilandaskan pada pemahaman sejarah nasionalisme Indonesia.

Ahok dan Istilah Chines
Sebenarnya istilah ini tidak tepat bagi Ahok sebagai Pribadi, sebagai warga negara, dan sebagai tokoh Nasional karena tidak bisa dipungkiri saat ini Ahok adalah bagian dari ke Indonesiaan Indonesia. Bagian dari politik Indonesia dan bagian dari kekuasaan Indonesia. Tetapi tidaklah mungkin bagi Ahok kemudian menghilangkan begitu saja sejarah leluhur dan ciri khas tubuh dan penampilannya atau tidak mengakui bahwa Ahok bukan keturunan China tetapi mengakui dirinya Orang Indonesia. Ini sebuah kemunafikan namanya. Bagaimanapun juga bangsa China menghiasi sejarah perjalan hidup bangsa Indonesia, yang pada akhirnya menetap dan tinggal serta beranak cucu di Indonesia ada riwayat dan sejarahnya jangan disepelekan itu. Fakta sejarah. Bangsa China yang datang di pulau Jawa, itu membuat perjanjian dan meminta ijin untuk tinggal dan menetap di Indonesia serta beranak cucu dan berusaha ada dokumen sejarahnya. Jadi kalau orang Indonesia berbicara tentang keturunan China jangan dibilang rasis atau pemikiran kuno. Sebaliknya dengan fakta sejarah ini mereka yang merasa keturunan China bisa mengerti dan tahu diri serta bisa menempatkan diri dalam kehidupan kebangsaan Indonesia, agar damai aman tertib dan tenang.

Bagaimana membedakan Chines. Memang terkesan kasar tulisan ini namun harapan saya tulisan ini mampu menyadar mereka mereka yang masih memiliki kesamaan tubuh dan latar belakang dengan China. Di Indonesia sekarang ini dapat dibedakan dengan apa yang disebut China, yaitu :
1. Keturunan China yaitu mereka yang lahir besar dari keturunan China yang tinggal di Indonesia semenjak dari perjanjian dibuat dalam sejarah. Siapa mereka yaitu mereka yang sudah menetap hidup dan bersama dengan seperti yang sudah berjalan selama ini.
2. Keturunan China yang datang dimasa Pemerintaha Soekarno 1965 yang kemudian datang lagi. Menetap serta hidupa di Indonesia ciri ini tidak hilang dan bangsa Indonesia tahu pasti siapa mereka.
3. Keturunan China yang datang dengan sembunyi-sembunyi bersama kegiatan industrialisasi dimasa Soeharto hingga sekarang ini.

Ahok, Chaines, dan Kekristenan
Ahok adalah sebuah pribadi dan Ahok adalah sebuah sikap. Maka dari itu Ahok dan keberadaannya jangan dihubungan dengan Figur Chines dan Kekristenan. Karena Ahok tidak mencerminkan sepenuhnya mereka yang memilii darah keturunan Chines. demikian juga Ahok tidak mencerminkan sikap kekristenan dan mewakili fugur umat Kristen. sekali lagi Ahok adalah pribadi dan Ahok adalah sikap dan komitmen hidup seseorang. Tidak dilarang untuk benci sama Ahok, boleh saja tidak senang sama ahok namun jangan karena tidak senang dengan ahok kemudian menghubungkan Ahok dengan Chines dan Ahok dengan kekristenan adalah sebuah perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan menciptakan perpecahan dan serta permasalahan politik dalam kehidupan masyarakat indonesia yang selama ini sudah berjalan dengan baik dan harmonis. Ahok dan politik. mungkin saja ada indikasi kegiatan politik Ahok dengan negara dan pengusaha China silahkan disikapi dengan wajar. tidak sepatutnya kegiatan politik Ahok dihubungkan dengan kristenisasi atau kekafiran. kepentingan saya sebagai pribadi dan sebagai warga negara Indonesia adalah satu Ahok bagian dari kebangsaan Indonesia dan kebhinekaan Indonesia.

Kelebihan Ahok dan Evaluasi
Satu yang membuat bangsa Indonesia dan dunia kagum dengan Ahok adalah Ahok seorang pribadi yang tegar dan berani mati serta memiliki kepribadian dan keimanan yang kuat. Fakatanya sebagai pejabat Gubernur DKI tidak memiliki aturan Protokoler yang ketat dan memiliki birokrasi layaknya seorang penguasaha atau bisnisman yang harus memiliki baris dan tahapan pemerikasaan yang berjibun. Ahok dalam berpolitik tidak menggunakan politik adu domba sekalipun kasar, keras, dan kejam namun tidak memiliki toleransi. Sikap Ahokjuga tidak menimbulkan gejolak masyarakat yang diakibat duplikasi dari informasi yang berkembang tentang sikap dan perilaku kepemimpinannya. Silahkan dengan bandingkan dengan kepemimpinan Kepala daerah lain diwilayah Indonesia yang lain, yang banyak menimbulkan perselisihan. Yang perlu dieavluasi. Tak ada gading yang tak retak dan tak ada manusia yang sempurna, Demikian juga Ahok tidak luput dari kekurangan salah dan kekhilafan kekeliruan. Seperti apa yang dikeluhkan masyarakat dan komponen politik khususnya di DKI selama ini tentu akan dapat diberi saran pertimbangan dan masukan guna membangun komunikasi kerja dan kehidupan politik yang lebih baik.

Harapan dan Doa
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua umat beragama, kelompok masyarakat, dan komponen politik serta warga negara Indonesia. Sekali lagi tulisan ini bukan untuk membuat gaduh atau membangun perpecahan atau perselisihan dalam kehidupan kebangsaan Indonesia atau bermasuk mendeskreditkan seseorang atau siapapu baik kelompok maupun organisasi namun senantiasa didasari oleh keingin yang baik bagi bagi nusa dan bangsa Indonesia. Selanjutnya kita berharap Juga Ahok dalam merubah sikap yang kasar dan mengeluarkan kata kotor seperti dirinya direktur perusahaan yang boleh bicara apa saja dan mengatakan apa saja. Tetapi Ahok figur populer dimata anak anak dan pemuda Indonesia. Seyogyanya dapat memberi edukasi bagi kehidupan generasi muda Indonesia yang lebih baik, baik dilingkungan kehidupan umat Kristen, kehidupan Chines, dan Politikus sendiri. Kalau kekurangan dalam penyampaian penulisan ini saya mohon maaf termasuk penggunaan Ahok dalam tulisan ini agar mudah dipahami dan lebih merakyat familier ditelinga kita saja. Tidak bersifat merendahkan atau tidak menghargai sebagai pejabat publik Gubernur DKI.

OLeh Eko Ismadi

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018