Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Swasembada Pangan Adalah Salah Satu Upaya Memelihara Ketahanan Nasional

Swasembada Pangan Adalah Salah Satu Upaya Memelihara Ketahanan Nasional - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 8 June 2016

KASADMemahami dan Mengerti Faktor Yang Pengaruh Terhadap Ketahanan Nasional.

Setiap Negara pasti memiliki sistim ketahanan Negara. Namun ketahanan Negara Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Tidak dimiliki oleh bangsa manapun di dunia. Seharusnya ini menjadi ikon kebangsaan dan menjadi pemacu semangat untuk terus mengis kemerdekaan selaras, serasi, dan seimbang serta sejalan dengan pengalaman sejarah. Karena hanya orang bodoh yang tidak mau belajar dari sejarah hanya orang akan penuh penyesalan dalam hidupnya bila ia tidak mau belajar dari sejarah. Sejarah yang mana yang perlu dipelajari bagi bangsa Indonesia?. Yaitu sejarah Nasionalisme Indonesia yaitu sebuah pemahaman tentang guna dan manfaat sejarah bagi kehidupan dan perilaku kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila Dan UUD 1945 Serta Kebhinekaan Indonesia Dalam Bingkai NKRI.

Demikian juga kita memahami sebuah ketahanan Nasional adalah dari upaya yang dilakukan dan faktor yang berpengaruh terhadap ketahanan itu sendiri. Yang kita ulas dalam tulisan ini adalah faktor yang berpengaruh terhadap Ketahanan Nasional.

Dinegara Indonesia yang berpengaruh ada tiga yaitu Kepentingan Internasional, Kebutuhan pangan, dan rasa aman. Salah satu yang akan kita bahas adalah swasembada pangan.

Peran TNI dalam pertahanan nasional adalah menjadi kekuatan inti atau utama dalam pertahanan dan juga menjadi bagian utama dalam memelihara pertahanan. Konotasi orang tentang kegiatan TNI dalam mengawal dan menjaga ketahanan Nasional adalah hanya memanggul senjata dan berperang. Pemikiran dan pendapat itu tidak salah namun lebih dari itu kemampuan senjata juga ditentukan oleh manusia yang mengawakinya dan kecerdasan yang menggunakannya. Bisa cerdas dan mampu sangat ditentukan ketersediaan makanan dan kebutuhan makan.

Ketahanan Nasional

Pengertian Ketahanan Nasional dapat diartikan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa yang kuat dan siap untuk menghadapi ancaman, gangguan, dan tantang terhadap segala sesuatu yang menimbulkan masalah terhadap kesuksesan bangsa Indonesia mencapai tujuan dan cita-cita Nasional.

Sistim Ketahanan Nasional. Di Indonesia sistim Ketahanan Nasional dikenal dengan Sistim Pertahanan Rakyat Semesta. Yaitu sebuah sistim pertahanan yang dibangun dan disusun dari semua unsur dan kekuatan yang ada di Negara Indonesia. Mulai Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Buatan, Dan Sumber Daya Alam. Darisemuaitu kemudian disebut Potensi Pertahanan.

Kekuatan Ketahanan Nasional

Kekuatan Ketahanan Nasional Indonesia adalah senjata dan kerjasama TNI rakyat. Inilah yang membuat Sistim pertahanan Indonesia menjadi terlihat unik dan berbeda bila di bandingkan dengan negara manapun didunia. Salah satu bentuk Kerjasama TNI rakyat dalam catatan sejarah bangsa dapat kita lihat dari catatan sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia, mempertahan Persatuan Dan kesatuan bangsa, mempertahankan Pancasila 1965, serta mengawal reformasi. Kerjasama TNI dan rakyat membangun Indonesia melalui Kegiatan AMD dan TMMD yang masih berlangsung hingga sekarang.

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketahanan Nasional

Sebagai terurai dalam judul maka dapat kita sebut dalam tulisan ini adalah pangan. Dalam ketiga faktor yang berpengaruh terhadap pertahanan nasional yakni kepentingan internasional, pangan, dan keamanan. Dari ketiga faktor ini tidak dapat dipisahkan atau diurut berdasarkan skala prioritas, semua penting, semua sejajar dan sangat diperlukan.

Pangan merupakan kebutuhan pokok dan sangat vital, tidak ada orang libur makan dan seisi rumah perlu makan. Semua aktivitas didorong untuk membutuhkan makan, maka dari itu ketersediaan pangan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan makan seluruh manusia Indonesia. Karena bila ketersediaan pangan kurang sekalipun banyak uang dan naik mobil bagus tetap saja orang akan berbipikir untuk berbuat kriminal.

Rakyat dapat berperan aktif dalam memilihara ketahanan nasional karena perut kenyang dan kebutuhan makan tersedia. Senjata bagus kalau perut kosong yang mengawakinya maka menembak juga kurang tepat bertahan didaerah pertempuran juga tidak akan bisa. Dengan perut lapar maka seorang prajurit akan meninggalkan tanggung jawabnya dan bahkan tidak akan dapat peduli.

Swasembada Pangan adalah Salah Satu Upaya

Kepala Staf Angkatan Darat beberapa waktu lalu mencanangkan program swasembada pangan diseluruh wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaan kegiatan ini dipadukan antara kegiatan pemerintah dan TNI AD.

Bukan tidak beralasan TNi AD menjadi unsure pelaksana dalam kegiatan ini, karena TNI AD tergelar satuannya hingga pelosok terdalam dan terluar wilayah Indonesia. Dengan segala keterbatasannya akan mampu dan bisa menjalin kerjasama, berpadu, dan berkoordinasi dengan semua unsure yang terkait.

Sebagaimana dalam Undang Undang No 34 Tahun 2008 tugas TNI ada dua yakni Operasi Militer Selain Perang Dan Operasi Militer Perang, demikian dalam implementasi 8 Wjib TNI Swasembada pangan dapat dijadikan perwujudan bakti Tni kepada rakyat Indonesia,”Ikut dan mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.” Dengan demikian swasembada pangan adalah bagian dari Tugas pokok TNI Dan TNI AD.

Kegiatan semoga berkesinambungan dan berlanjut karena pangan merupakan kebututahan utama dalam kehidupan manusia. Tanah Indonesia yang subur dan luas menjamin ketersdiaan laha untuk dapat diolah sebagai lahan tanam yang dapat menghasilkan makanan.

Tentu harapan kita tanaman yang dimaksud adalah padi, tetapi tidak demikian kaku juga memahami kebutuhan pahangan tersebut. Pangan yang dimaksud misalnya memberdayakan tanaman pohon Sagu, Buah Buahan, Dan Umbi Umbiyan. Oleh karena itu sasaran swasembada pangan harus dipahami secara luas dan menyeluruh dihadapkan dengan kepentingan pertahanan.

Sasaran Swasembada Pangan

Saya bukan seorang ekonomi atau ahli pertanian atau ahli mengelola sumber daya alam. Tetapi dalam ulasan saya berusaha untuk memahami swasembada pangan dihubungan dengan ketahanan nasional dan pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Maka dari itu sasaran dari kegiatan swasembada pangan diwilayah dapat diarahakan dan disesuaikan dengan kondisi wilayah yang ideal dan bisa dikembangkan.

Sasaran yang disarankan adalah saran yang untuk memenuhi kebutuhan pangan nasuinal dan saran bagi tersedianya kemampuan wilayah untuk mendukung pertahanan nasional. Sasaran untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional adalah menanam padi, jagung, palawija, dan sagu. Sedangkan untuk ketersedian logistic wilayah bagi pertahanan, adalah tanaman jangka panjang, buah buahan, dan umbi umbian, sehingga dalam kondisi darurat perang tni dan rakyat dapat bertahan hidup dihutan untuk melaksanakan pertahanan berlarut dan berkelanjutan.

Penutup

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua bangsa Indonesia dan prajurit TNI dan Prajurit TNI AD. Moment pencanangan swasembada pangan yang pernah dilakukan oleh TNI Ad dapat kembali dilanjutkan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kekuatan ketahanan Nasional.

Salah upaya membangun dan memupuk untuk selalu TNI dan TNI AD berada di hati rakyat dan bersama sama dengan rakyat. Kekuatan pertahan yang utama adalah keharmonisan TNI dan rakyat. Keselarasan berpikir harmonis dalam berperilaku, dan kemapana dalam berpikir akan menjadi kekuatan fundamental bagi kemampuan pertahan yang kuat dan tangguh bag Negara Indonesia.

Kerjasama TNI dengan Rakyat tidak tergantung siapa yang memerintah dan siapapun pemerintahnya tetapi kerjasama TNI Rakyat didasarkan pada komitmen kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila Dan UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, yang diwujudkan dalam implementasi Politik Tentara adalah Politik Negara.

Tak ada gading yang tak retak tulisan ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu masih perlu disenpurnakan. Demikian bila ada kekuarangan dalam tulisan ini saya mohon dimaafkan. Demi kwalitas dan penulisan selanjutnya.

NKRI HARGA MATI !!!
INDONESIA MASIH TETAP BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDAN DASAR 1945.

 

Oleh: Letkol Inf Eko Ismadi

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply