Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sering Blunder, Jokowi Dibandingkan dengan Soeharto

Sering Blunder, Jokowi Dibandingkan dengan Soeharto - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 6 July 2015

joko-widodo (620 x 350)Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali dalam sorotan setelah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2015 tentang BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu terkait diperpanjangnya masa pencairan jaminan hari tua (JHT) dari lima tahun menjadi sepuluh tahun.

Kesalahan ini bukan yang pertama kali terjadi, karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu pernah menandatangani Kepres penambahan dana down payment (DP) mobil tanpa tahu isi peraturan tersebut.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kemudian membandingkan pemerintahan Jokowi dengan masa kepemimpinan Soeharto yang bertahan hingga 32 tahun. Bagi Fahri, sosok yang dijuluki the smiling general itu tidak hanya bertahan dengan kekerasan, tapi juga dukungan “pembantu” di sekitarnya.

“Pak Harto berkuasa 32 tahun apakah betul hanya modal kekerasan? Tidak, memang di sekitarnya ada jagoan, di Sesneg ada Pak Moerdiono, yang seluruhnya di tangan beliau tidak ada satu kesalahanpun,” ungkap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Tokoh-tokoh luar biasa seperti Moerdiono dianggap tidak ada di masa pemerintahan Jokowi. Justru, kabinet kerja diisi oleh tokoh yang tidak berkelas dan suka lepas tangan.

“Di Pak Jokowi tidak ada yang kelas begitu, kelasnya lepas tangan,” tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan agar Jokowi tidak sering melakukan kesalahan. Jika pun harus salah, lanjut Fahri, kesalahan bukan terkait hal sepele.

“Jokowi tidak bisa lakukan kesalahan, orang lain boleh tapi Presiden tidak boleh. Kalau pun toh ada kesalahan, mesti berkelas juga, jangan karena enggak baca atau salah ketik,” sindirnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co