Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sikap Australia dalam Periodisasi Perkembangan Politik Indonesia

Sikap Australia dalam Periodisasi Perkembangan Politik Indonesia - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 6 January 2017

Berpikir sederhana dalam menyikapi dan implentasi peranan TNI berdasarkan sejarah bagi tegak kokohnya NKRI dan Pancasila, Australia bersikap kontroversi dalam sejarah nasional Indonesia sudah biasa. Dan kita bangsa Indonesia yang paham sejarah dan kondisi perkembangan politik nasional regional dan internasional tentu sudah paham dan itu bukan merupakan barang baru ataupun barang lama yang tersimpan tapi akan muncul dalam suatu periodeik waktu dalam berkembangan politik nasional Indonesia. Yang berkompeten menerangan ini tentu mereka pengamat dan ahli politisi Indonesia.

Namun saya ingin sedikit berbicara tentang apa yang diperlukan bagi Panglima TNi dan prajurit TNI dalam menghadapi sikap politik Australia dalam periodesasi perkembangan politik Indonesia. Analasisa saya sederhana hanya berdasarkan sejarah nasional Indonesia dalam kompetensi peranan TNI bagi pengabdiannya terhadap tegak kokohnya NKRI.

Sikap Politik Australia Klasik

Presiden Habibie pernah menjadi korban dari jebakan Batman Australia dalam Kasus Timor Timur. Sekarang Australia walaupun dikuasai oleh Partai Konservatif tetap saja sikap sama semua dengan partai yang ada di Australia. Yaitu akan selalu menimbulkan perselisihan dan konflik di Indonesia. Karena Indonesia hanya bisa dikuasai dan dikalahkan melalui konflik internal kebangsaannya.

Australia paham dengan politik apa yang sedang berkembang selama ini. Sengaja Australia mendukung bangkitnya komunisme dan hadirnya China di Indonesia karena itu akan menimbulkan permasalah dalam negeri Indonesia. Itu memang yang diharapkan Australia sehingga Indonesia akan mudah dipengaruhi dan dimasuki. Bila bangsa Indonesia tidak cerdas maka kan menjadi sarana bagi Australia untuk mengembangkan politik yang jauh lebih dahsyat dari Belanda dahulu.

Diperlukan Sikap yang Cerdik Cerdas dan Integritas dari Panglima TNI

Panglima TNI dan Prajurit TNI dituntut untuk bias melihat dan mengambil hikmah dari sikap politik dari periodesasi dalam perkembangan politik nasional Indonesia. mendominasi pemerintahan sekarang ini mohon ijin bapak Panglima jangan terpancing dengan sikap Australia karena pemerintahan Australia sekarang masih dipengaruhi dan ada dominasi Partai Buruh, serta peranan Australia dalam mengemban tiga kepentingan politik Eropa Amerika dan regional.

TNI harus bisa mengembangkan politik negara adalah politik tentara bukan politik tentara adalah politik negara dan bukan pula politik penguasa adalah politik tentara. Sikap yang beraliansi pada integritas dan pemahamn profesionalisme serta berpikir kuat yang berlandasakan nasionalisme sejarah maka seorang Panglima TNI akan mampu berinovatif dalam menghadapi kehidupan kebangsaan dan mampu mengajak semua komponen bangsa untuk tetap setia dan taat kepada arah tujuan nasional dan komitmen kebangsaan yang disepakati oleh seluruh komponen bangsa Indonesia.

Berpikir Tentang Sejarah

Dalam catatan sejarah politik sipil dalam sebuah negara mengatakan tidak ada yang bisa dan tidak ada kekuatan yang mampu mengontrol kekuasaan dan kebijaksanaan politik penguasa atau pemenang pemilu. Sepertinya ini yang dikembangkan oleh PKI dan Komunisme Indonesia ditahun 1965. Dimana Kekuasaan Soekarno Susah dikontrol oleh kekuatan politik lain bahkan TNI sekalipun dijadikan organisasi yang ada dalam genggamnnya Soekarno dan pendukungnya, tanpa ada filter dan kepentingan yang membatasi. Ini yang sekarang terjadi dimasa pemerintahan Jokowi, PDIP dan Megawati ingin mengulang lagi dengan berbagai cara dan sarana serta mendatangkan pengaruh dari Negara lain untuk mengembangkan sikap tersebut. Untuk itu Panglima dan prajurit harus cerdas dan pintar serta cerdik jangan kalah dengan pemikiran PKI dan Komunis. Sejarah pernah terjadi ditahun 1965, dimana TNI disuruh berantem sama Malaysia sementara PKI dab Komunis menjerumuskan Presiden Soekarno kejurang masalah dan celaka yang menjadikan rakyat Indonesia menderita. Untuk itu sikap kecerdasan itu difokuskan pada kondisi dan arah dari perkembangan politik juga kepemimpinan nasional dihapakan dengan pemikiran fundamental TNI bagi pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia.

Pemahaman sejarah akan memberikan kekuatan dan spirit kebangsaan. Politik kekuasaan sebagai politik negara hanya akan menimbulkan mala petaka bencana dan masalah bagi negara, Kelompok, dan dirinya sendiri. Seperti yang pernah dilakukan oleh Oemar Dhani. Sebagai militer mendukung penuh apa yang dilakukan Presiden tanpa memfilternya bahkan menjadi bagian kekuatan dari kekuasan, tidak hanya diri dan keluarganya yang menderita tapi juga bangsa negaranya.

Implementasi sikap TNI dalam hidup kebangsaan Panglima TNI dan prajuritnya adalah komponen bangsa Indonesia, kekuatan politik, kekuatan pertahanan, kekuatan budaya dan kekuatan persatuan dan kesatuan. Seyogyanya komitmen ini dapat dipegang teguh kokoh dan kuat oleh beliau prajurit yang berpangkat Jenderal dan memenuhi criteria sebagai kader pemimpin TNI. Agar Tidak terjadi kompetisi perjalan karier dan prosesnya berlangsung diluar tugas pokok dan fungsi WANJAKTI.

Selama kondisi Politik Nasional masih gaduh dan belum stabil bila dihadapkan dengan keberadaan pemikiran komunis yang ada maka semua proses pergantian Pejabat Pangdam Dan Jabatan Pati Serta Kotama Ops di Satuan TNI harus sejalan dengan pemikiran yang berlandaskan sejarah nasional Indonesia dan sejarah perjuangan TNI bukan diluar dari pemahaman sejarah partai atau kelompok bangsa tertentu yang sedang berkuasa.

KerjasamaTNI dan rakyat harus menjadi unsur utama kekuatan TNI dalam melaksanakan tugas pokoknya. Indonesia merdeka tidak dengan dominasi senjata tetapi didukung oleh senjata, Oleh karena itu kekuatan rakyatlah yang menentukan kemenangan perang bagi TNI untuk mengahdapi dan melawan musuh bangsa Indonesia baik dari luar maupun dari dalam.

Penutup

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi memantapkan kehidupan kebangsaan Indonesia melalui Peranan TNI Yang Berlandaskan Pemikiran Dan pemahaman Sejarah nasional Indonesia dan sejarah perjuangan TNI. Peranan TNI dapat dimantapkan salah satunya adalah dari pemahaman sejara bangsanya.

Politik negara adalah politik tentara. TNI berdiri di semua golongan dan kelompok bangsa serta komponen bangsa. TNI tidak menjadi kekuatan politik yang berpikir diluar Pancasila Dan UUD 1945 sebagai yang tercantum dalam Sapta Marga Dan Sumpah Prajurit. Interprestasinya adalah kerjasama TNI dan rakyat bukan TNI bersenjata dan kemampuannya tanpa ada dukungan dari rakyat keberadaan dan kemampuannya.

Kekuatan Untuk menghadapi Australia adalah dengan mengembangkan sikap militer yang paham sejarah dan konsisten terhadap sejarah keprajuritan intelejen sejarah. Oleh karena itu tidak ada satupun kekuatan di negara Indonesia yang mempengaruhi TNI untuk berpikir diluar dari fungsi tugas dan pengabdiannya seperti yang telah disepakati oleh bangsa dan negaranya.

Bila ada pejebat dan jenderal yang bersedia mengemban tugas didalam satuan TNI tanpa melalui Proses Wanjakti Dan hanya berdasarkan kepentingan Politik kelompok tertentu maka Pejabat tersebut akan berhadapan dengan trades Prajurit Dan Semangat keprajurit yang berlaku didalam kehidup dan standart Kepribadian Prajurit TNI yaitu Tentara Nasional Indonesia.

 

Oleh Kurnelius Eko Ismadi

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply