Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Demokrat Monitor Elektabiltas 3 Kader Untuk Pilpres 2019

Demokrat Monitor Elektabiltas 3 Kader Untuk Pilpres 2019 - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 4 March 2018

Demokrat Monitor Elektabiltas 3 Kader Untuk Pilpres 2019 Partai Demokrat terus bertekad untuk mengakhir politik bipolar yang terjadi di tanah air saat ini.

Namun demikian, solusi pragmatis mengawinkan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum jadi pilihan bagi Demokrat.

Begitu tegas Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief dalam kicauannya di akun Twitter @andiarief_, Sabtu (3/3),

“Apakah ini solusi atau jadi masalah di kemudian hari, harus dikaji,” ujarnya.

Kini muncul juga pertanyaan publik tentang nama yang disiapkan Demokrat untuk dijadikan capres/cawapres di Pilpres 2019. Menanggapi hal itu, Andi menyebut bahwa ada tiga nama yang terus dimonitor perkembangan elektabilitasnya oleh Demokrat.

Ketiga nama itu, Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

“Apakah Demokrat bangun poros sendiri? Setiap partai berupaya ikut kontestasi. Demokrat punya AHY, TGB, Pak De, punya elaktabilitas sendiri-sendiri,” ujarnya.

Demokrat dalam membangun koalisi pilpres punya standar politik, pertama dasar elektabilitas. Kedua, koalisi yang cukup dan saling memahami.

“Apakah koalisi dengan PKB menduetkan Capres/Cawapres dengan Cak Imin? Bukan tidak mungkin, tapi realitas menunjukkan syarat PT tidak cukup,” lanjut Andi.

Dia menjelaskan bahwa Demokrat selama menjalin koalisi tidak pernah mendominasi. Seperti koalisi yang pernah terbangun antara Demokrat dengan Golkar, PKS, PKB, PPP, dan PAN. Di akhir bersama SBY selama 10 tahun, suara PKB, PAN, dan PPP ikut mengalami peningkatan.

“Demokrat belum pernah koalisi dengan Gerindra, namun Demokrat pernah mendukung capres/cawapres Gerindra dan PAN. Suaranya mendekati 50 persen di 2014,” sambung Andi

“Itulah penjelasan singkat atas pertanyaan yang muncul soal posisi partai demokrat dalam pilpres 2019. Semua kemungkinan masih bisa terjadi,” tukasnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply