Username

Password

Remember me

Register

Recover password

McLaren, Kebanggan Terakhir dari Inggris Raya

McLaren, Kebanggan Terakhir dari Inggris Raya - Aksi.co

Penulis Aksi | Thursday 4 August 2016

McLaren, Kebanggan Terakhir dari Inggris RayaRolls Royce dan Bentley secara de facto adalah milik Jerman, begitu pula Mini. Jaguar dan Land Rover kini di tangan India. Lotus milik Malaysia. Bagaimana dengan Aston Martin yang jadi tunggangan agen rahasia Inggris Raya? Sebagian besar kini dimiliki oleh Italia.

Akuisisi asing terhadap merek-merek otomotif legendaris Inggris jadi salah satu pemicu kemarahan para pendukung Brexit. Dan untuk beberapa saat, sebagian orang menyangkal jika investasi asing akan membantu menyelamatkan masa depan dari simbol heritage Inggris ini.

Untuk satu hal, industri otomotif Inggris Raya sangat tergantung pada jaring suplier asing. The Guardian mencatat, lebih dari tiga perempat perusahaan percaya jika Brexit akan mencederai bisnis, termasuk bisnis manufaktur otomotif.

Namun, Guardian salah membaca mengenai industri otomotif yang ‘sepenuhnya telah dikuasi asing’. Adalah McLaren Automotive, produsen modern sport car yang lahir dari McLaren Racing, perusahaan yang dibangun oleh pebalap Bruce McLaren di Surrey, Inggris 1963 dan masih tetap berlokasi di sana sampai saat ini, bisa mengklaim sebagai pabrik otomotif yang sepenuhnya milik Inggris Raya — dan kenyataannya menjadi yang terakhir sebagai merek Inggris penuh.
Pebalap Nikki Lauda dan Alain Prost keduanya menggunakan mobil McLaren di GP Belanda 1985, yang mencatatkan kemenangan terakhir karir Lauda. (Courtesy McLaren Automotive)

Manufaktur Terakhir

Mobil-mobil McLaren, mengesankan dan sangat cepat. 100 persen didesain dan dibangun oleh tangan di Inggris dengan komponen dari Inggris Raya sebanyak mungkin, saat pabrikan lain mencoba mencari banyak bahan baku di seluruh penjuru dunia dengan pabrikan manufaktur yang berbeda-beda.

Jauh dari beban sebuah pabrikan mobil, McLaren telah berkembang. Menjadi yang pertama di ajang Formula 1 dan seri balap lainnya, McLaren masuk di pasar mobil super jalanan dengan McLarean F1 yang diluncurkan di 1992. Mobil itu sekarang bernilai jutaan dolar bagi para kolektor yang akhirnya setelah 20 tahun kembali menelurkan MP4-12C.

Tiga tahun berikutnya mereka mendapatkan profit yang signifikan atas MP4-12C dan mengeluarkan edisi terbatas P1 ‘hypercar’, yang diproduksi di 2013 dan dengan cepat ludes. Itu diikuti dengan 650S, yang mana mendapat sambutan meriah dan laku di pasaran dunia.

MP4-12C yang diperkenalkan di 2011 jadi era baru McLaren sebagai produsen sportcar. (Courtesy McLaren Automotive)
Menjaga kecepatan dan janji untuk memproduksi mobil baru setiap tahunnya membuat McLaren meluncurkan seri dengan harga yang lebih rendah, seperti seri Sport 570S dan 540C di 2015 yang menjadi mobil touring pertama McLaren. 570GT yang sangat cantik membantu McLaren di pasar mewah, untuk pertama kalinya dan di semua lini, termasuk penjualan, tapi dengan catatan McLaren tetap sebuah merek independen dari “Inggris Raya”.

Nilai Keluarga

“Saya merasa jadi bagian dari keluarga besar di McLaren, termasuk kharisma citra mobil ini untuk menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan,” kata CEO McLaren, Mike Flewit kepada CNN. Setiap komponen karyawan memiliki hubungan yang baik di tingkat personal kepada banyak klien McLaren, dan menyambut para pemilik mobil McLaren sebagai layaknya keluarga, hal itu lebih jauh dari pada melihat konsumen yang hanya sekedar memberi profit.

“Kami mengantisipasi produksi 3.000 unit tahun ini dengan tingkat hubungan produksi yang nyaris seperti keluarga, sesuatu yang tidak bisa dilakukan pesaing kami. Jadi kami tidak perlu takut dengan citra yang luntur hanya dengan memproduksi SUV dan meninggalkan wilayah sport car.”

Setiap model yang dikeluarkan McLaren memberikan pendekatan yang eksotis. Penampilan yang dipesan sebelumnya dibawa ke dunia nyata dengan rekayasa desain dari Frank Stephenson, Direktur Desain MCLaren.
McLaren F1, jadi ikon pertama mobil sport McLaren yang diperkenalkan di 1992. (Courtesy McLaren Automotive)
Pusat Teknologi McLaren di Woking, Surrey, Inggris dirancang oleh Foster + Partner ini menjadi salah satu perusahaan ternama dalam memproduksi mobil seperti sebuah mahakarya arsitektur.

“Kami hanya memiliki tim yang kecil, dengan pendekatan tidak biasa, memotong birokrasi dan didesain oleh komite yang benar-benar disegani. Ini jadi perputaran yang cepat atas fokus dan mantra yang mengikuti kaidah fungsi,” kata Mike.

Efek bentuk ‘shrink-wrapping’ memastikan setiap elemen mobil McLaren memiliki tujuan dengan mengedepankan fungsi. Dengan ribuan rincian detail dalam setiap desain yang ada, McLaren memastikan, semuanya memiliki fungsi, tidak sekedar menempel dan menjadi bagian mobil McLaren.

Cara yang bersahaja ini menjadi semacam kepastian bahwa merek McLaren telah sesuai dengan etos mobil yang benar-benar milik ‘Inggris’, bukan Jepang, Amerika atau negara Eropa lainnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co