Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Ahok Dicaci dan Dipuji

Ahok Dicaci dan Dipuji - Aksi.co

Penulis Aksi | Friday 14 March 2014

AhokAksi gebrak meja Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat rapat penyediaan armada bus transjakarta diunggah di Youtube. Ada yang mendukung, ada pula yang menyebut pria asal Belitung Timur itu arogan.

Akun resmi PemprovDKI di Youtube mengunggah video tersebut pada Rabu (12/3/2014) malam. Tercatat, hingga Jumat siang ini, video berjudul “11 Maret 2014 Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki T. Purnama Rapat Penyediaan Armada Bus Transjakarta di Ruang Rapat Wagub” tersebut ditonton 73 ribu kali. 

Komentarnya pun mencapai 1.253. Isinya, beragam. Ada yang memuji, ada juga yang mencaci.

Memang beda Ahok sama Jokowi. Kalau Jokowi kerjaannya cuma blusukan sama menyalahkan bawahan. Kalau Ahok kerjaannya menyalahkan bawahan doang.. (Gak ada kerjaan lain koh?) tulis akun Maudy S.

Kemudian dari akun yang bernama Imor Jobs. Dasar Ahok arogan, kalau kasih masukan baik-baik enggak pakai marah gak bisa? Bisanya cuma protes dan marah doang.

Sementara para pendukung aksi Basuki itu datang dari akun bernama Indri Nie. Ia mempertanyakan suara microphone Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti yang suaranya kecil.

Suara bu BPKD kok kecil-kecil yah, emangnya beda ya sound-nya? Atau takut kedengeran ngomong apa? Bantai korupsi Pak Ahok!

Jakarta really need you, Pak Ahok”. Selanjutnya, akun More Samwell menulis, “Pak Ahok Top deh”.

Shakti Bekti berkomentar, Emang enak disemprot, ha-ha-ha.. I miss his angry.. so much.. he-he-he.

Video berdurasi 1:08:13‎ detik itu menampilkan aksi kemarahan Basuki pada jajaran pejabat Pemprov DKI. Adapun para pejabat Pemprov DKI yang turut hadir dalam rapat penyerahan bantuan bus oleh swasta itu adalah, Assisten Sekda bidang Pembangunan DKI Jakarta Wiriyatmoko, Kepala BPKD Endang Widjajanti, Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Iwan Setiawandi, Kepala Biro Hukum DKI Sri Rahayu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Benyamin Bukit, dan Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butar-Butar.

Kekesalan Basuki itu berawal dari tiga perusahaan swasta yang berencana menyumbang unit bus transjakarta kepada Pemprov DKI, yakni Telkomsel, Ti-Phone, dan Roda Mas tertunda hingga lebih dari setengah tahun. Masing-masing perusahaan menyumbang sebanyak 10 unit bus transjakarta bermerek Hino. Mereka diharuskan untuk bolak-balik mengurus berkas di BPKD.

Di sisi lain, masyarakat Jakarta telah mendesak membutuhkan transportasi massal sebagai alternatif kendaraan pribadi. Tak hanya itu, kekesalan Basuki bertambah saat mengetahui para pendonor bantuan itu ditarik pajak reklame jika memasang produk mereka di tubuh bus. BPKD menjelaskan penarikan pajak reklame itu agar Pemprov DKI tidak mengalami kerugian negara.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co