Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pers Harus Berperan Penting dalam Membangun Indonesia Bersatu

Pers Harus Berperan Penting dalam Membangun Indonesia Bersatu - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 12 December 2018

Pers Harus Berperan Penting Dalam Membangun Indonesia BersatuKetika situasi politik, ekonomi dan sosial, berkembang  begitu dinamis, media komunikasi dengan segala platformnya menjadi elemen pengendali yang cukup penting. Maka, di tengah maraknya  kegairahan netizen di kancah media sosial, media komunikasi publik dengan berbagai platformnya, cetak, online, radio, maupun televisi, diharapkan menjadi pemeran utama dalam menyampaikan informasi yang  berimbang, kredibel, dan sejuk.

Harapan tersebut dikemukakan Deputi Bidang Kebudayaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nyoman Shuida. ‘’Jangan pula menunggu suhunya terlalu tinggi, Begitu terasa terlalu hangat, mari kita sejukkan suasana ini bersama-sama,’’ kata Nyoman Shuida.

Sebagai pejabat yang bertanggung jawab dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kemenko PMK, Nyoman memantau dinamika komunikasi publik ini dalam kaitannya ke dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dari pantauan itu dia melihat ada relasi erat di antara keduanya. Karenanya, dia berharap komunikasi publik itu dalam berjalan dalam suasana sejuk agar mendorong dinamika masyarakat ke  arah yang lebih positif.

Sejauh ini Nyoman masih melihat bahwa media massa mainstream masih memegang peran utama karena tetap menjadi acuan bagi platform media sosial. Mengingat begitu kuat pengaruh medsos yang menggaungkannya, Nyoman berharap supaya para insan pers lebih hati-hati dalam menyajikan konten yang terkait isu-isu publik.

‘’Tidak berarti harus good news. Realitas kehidupan ini ada soal musibah, kegagalan, ada bencana alam. Suka tidak suka, realitas ini harus disajikan ke ruang publik. Namun, dengan framing yang baik, sudut pandang yang positif, bad news itu tak harus menjadi sumber pertentangan yang membelah kohesi warga, dan menimbulkan perpecahan di masyarakat,’’ ujar Nyoman.

Ia menyayangkan sejumlah wartawan masih gemar tergoda untuk mengemas  isu-isu tersebut dalam format baku tuding, croosfire, ‘’Pers punya hak untuk mengedit. Ambil gizinya buang kolesterolnya,’’ Nyoman menambahkan.

Sebagai sumber acuan, Nyoman juga berharap agar media mainstream itu tidak bosan memerangi hoax. Ia mengapresiasi bahwa secara umum lembaga pers nasional telah peduli dengan bahaya hoax dan bekerja sama bergotong royong menangkalnya. Tak sedikit dari lembaga pers yang telah tergabung dalam jejaring verifikasi hoax dengan aplikasi cekfakta.com semenjak pertengahan tahun 2018 silam. ‘’Kami mengapresiasi kesediaan teman-teman itu telah mengoperasikan aplikasi tersebut,’’ tuturnya.

Kesediaan kalangan wartawan menjadi agen verifikasi hoax, dan memandu narasi isu-isu publik secara kritis namun tetap sejuk, juga patut dihargai. Nyoman menyebutnya sebagai integritas kerja kewartawanan yang disertai etos kerja untuk memilah memilih materi yang menarik dan sekaligus mendidik publik. ‘’Itu menggambarkan semangat revolusi mental, untuk membangun masyarakat Indonesia bersatu,’’ ia menambahkan.

Nyoman mengingatkan pula, bahwa integritas, etos kerja dan gotong royong adalah nilai-nilai keutamaan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Tujuannya membangun Indonesia yang Bersatu, Tertib, Bersih, Mandiri dan Melayani. ‘’Dengan menyajikan berita dan informasi yang benar, sehat dan bermanfaat, pers juga menjadi bagian dari Indonesia Melayani,’’ ia menambahkan.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co