Username

Password

Remember me

Register

Recover password

“Alone” Menyingkap Makna di Balik Kesendirian

"Alone" Menyingkap Makna di Balik Kesendirian - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 19 October 2014

Liburan-sendirian.jpgJakarta – Mata manik hitam Hae Joong terus menatap kosong ke arah langit-langi.

Dia baru menonton berita di televisi tentang kematian Seo Yeon, aktris cantik yang baru ia temui tadi malam.

Seo Yeon adalah aktris terkenal di Korea baik dengan prestasinya maupun dengan pemberitaan miringnya.

Hae Joong tidak mengenalnya malam itu, malam sebelum wanita berparas cantik itu mengakhiri hidupnya.

Ketika itu Seo Yeon berjalan terseok dengan kaki yang tak beralas, sepatunya justru ia biarkan menggantung di tangan kanannya.

Hae Joong yang dari jauh mengamati dan berupaya tak acuh terhadap Seo Yeon, akhirnya tak sampai hati membiarkan wanita berparas cantik itu terluka kesakitan.

Seo Yeon melantur menanyakan tentang kehidupan kepada Hae Joong, pria terlugu yang pernah dan baru saja ia temui.

Namun kini, mata indah itu sudah tertutup untuk selamanya, senyumnya pun hanya diwakili “emoticon” di surat terakhirnya.

Cerpen “The Opera” yang ditulis  @cahyawati3 adalah satu dari 10 cerita dalam buku “Alone: Membingkai Warna Warni Memori Mencari Makna Tersembunyi”  karya 10 penulis muda.

Cerita lainnya, “The Doll” dari @IkAsifa248 menceritakan Nara yang bangun dan tidak percaya ketika pria yang bernama Son Jae Shin adalah jelmaan dari boneka monyet yang Nara ambil dari laboratorium kampus tadi siang.

Laboratorium itu memang terkenal angker di kalangan mahasiswa karena pernah terbakar 42 tahun yang lalu.

Apakah ucapan Son Jae Shin bisa dipercaya? Apakah Nara berhasil mengungkap asal usul Son Jae Shin yang mulai mengisi hari-harinya itu?

Sementara itu, dalam “Falling Snow”, Shin Alea ingin sekali menancapkan sumpitnya ke mata Ji Hoon yang duduk berhadapan saat jam makan siang.

Alea yang dahulu gadis periang sekarang berubah menjadi gadis yang galak dan dingin, tak heran ia menyandang sebutan “The Ice Princess”.

Hanya sesuatu yang dahsyat yang bisa mengubah sikapnya sedrastis itu, tidak lain, pria yang dulu pernah ia sayangi sepenuh hati, Ji Hoon.

Ji Hoon tak yakin bisa merebut kembali hati Alea setelah tiga tahun lalu meninggalkannya begitu saja tanpa alasan.

Di sisi lain, Lee Hyun Jeong, laki-laki pintar dan lugu di sekolah itu terus berjuang mendapatkan Alea. Mana yang Alea pilih?

Kesendirian Bukan Penderitaan

“Alone: Membingkai Warna Warni Memori Mencari Makna Tersembunyi” merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh 10 penulis muda berusia kebanyakan masih belasan tahun.

Para penulis muda itu mampu menggiring imajinasi pembaca ke alam fiksi lewat kata dan cerita.

Pemilihan diksinya pun tidak monoton, kata-kata diperkaya dengan personifikasi dan metafora, bukan sekadar kalimat-kalimat sederhana.

Ada 10 cerita dalam buku dengan tebal 200 halaman itu, di antaranya “Two People” (Metty Lolita), “Coffee Latte…Thank You” (Nurul), “My Evil Crush” (Diah), “The Opera” (Cahyawati), “Life” (Dini Friandini Dewi), “Under The Snowflakes” (Icha Zahra Octaviana), “The Doll” (@ikAsida284), “Lamore e una scelta” (Anggita Ratna Savitri), “Falling Snow” (Zahrah Fawziah) dan “A Person Like Me” (Zata Amani Ila).

Kesepuluh cerita itu telah dipilih dan melalui proses penyuntingan oleh Vellisya Maharani sebagai editor.

Karena tema yang diambil adalah Korea, cerita pun berlatar tentang Korea yang sedang digandrungi anak-anak muda masa kini.

Bukan hanya latar dan nama-nama tokoh saja yang serba Korea, kata-kata dengan bahasa Korea pun membumbui cerita dalam buku yang diterbitkan oleh Sinar Kejora di Yogyakarta tahun 2013.

Sejumlah kosakata Korea itu juga dapat menambah tabungan pengetahuan pembaca tentang bahasa dari Negeri Ginseng itu, mulai dari kata untuk konteks formal sampai nonformal.

Meski ceritanya cukup beragam, karakter tokohnya cenderung monoton, yakni stereotip tokoh remaja Korea yang dingin, angkuh, misterius atau pun terkenal.

Ataupun tokoh yang kaya raya, namun kesepian karena ditentang oleh keluarganya.

Kendati pun, benang merah dari makna yang bisa ditarik dari cerita-cerita tersebut bahwa kesendirian bukan lah suatu penderitaan serta pasti ada sebab dari setiap kejadian, seperti pepatah “Tidak akan ada asap, kalau tidak ada api”.

Pesan lain yang ingin disampaikan, yakni jangan lah menghakimi seseorang kalau belum memahaminya karena setiap orang memiliki permasalahan dan kehidupannya masing-masing yang tidak semuanya diketahui publik, seperti kata Musisi Ternama John Lennon “dont hate what you dont understand“.

Dalam kepingan salah satu dari 10 cerita itu pun tertulis pepatah dari penulis dan fotografer Inggris, Henry Emerson, yang mengatakan “membenci seseorang ibarat membakar rumah sendiri hanya untuk menyingkirkan seekor tikus”.

Intinya, “Alone” bisa menjadi alternatif pengalihan mata penggemar drama Korea dari televisi atau DVD ke lembaran penuh imajinasi.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply