Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Inonk Sang Penari, Presenter dan Penyanyi

Inonk Sang Penari, Presenter dan Penyanyi - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 14 August 2016

Inonk Sang Penari, Presenter dan PenyanyiCitra presenter TV sepertinya sudah begitu melekat pada sosok Inonk. Mendengar namanya, yang terbayang adalah acara “Bentang Parahyangan” besutan BTV (Bndung TV) yang biasa disingkat “Benpar”. “Padahal asal usul saya dari seni tari. Saya penari Sunda tradisi,” jelas Inonk.

Sebagai penari, mantan aktivis Lises Unpad ini kerap ikut misi budaya ke mancanegara. “Pertama ke luar negeri tahun 2004, ke Ceko. Tahun 2005 ke Prancis dan Belanda. Tahun 2006 ke Jepang, Korea, dan Malaysia. Terakhir tahun 2007 ke Australia,” ungkap pemilik nama asli Nenden Ratnadewi ini.

Sekarang, aktivitasnya di seni tari hanya sebatas mengajar. “Saya membuka kursus tari untuk anak-anak, pelajar, dan mahasiswa,” ucap lulusan SMKN 10 Bandung jurusan Seni Tari ini.

Tahun 2005, Inonk direkrut oleh Bandung TV, dan diplot sebagai presenter “Benpar” sampai sekarang. “Kadang-kadang saya dipanggil Inonk Benpar, mungkin karena nama acara tersebut sudah melekat dengan sosok saya,” ujar lulusan Fakultas Sastra Unpad Jurusan Dokumentasi Budaya ini.

Kehadiran Inonk di dunia broadcast dan nyanyi berjalan alami. “Saya tidak bercita-cita menjadi presenter atau penyanyi, saya tidak punya latar belakang pendidikan broadcast dan seni suara,” papar wanoja alit camperenik kelahiran Bandung 6 Oktober 1982.

Inonk Pertama Nyanyi Tahun 2006

Dunia penyanyi pertama kali diterjuninya pada tahun 2006. Inonk sempat terlibat dalam album kompilasi Pop Sunda “Kaduhung”, dan “Sesa Cinta” bersama Rita Tila dan Rika Rafika.

“Tahun 2015 saya mengeluarkan single Sulaya. Kedepannya, saya akan lebih fokus ke dunia nyanyi, dan sekarang sedang menyiapkan album solo Pop Sunda,” ucapnya mungkas obrolan di Studio Rekaman “Air” Cijawura Bandung.

YOSIE WIJAYA

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018