Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Sekolah Inklusi Jadi Tantangan Para Guru

Sekolah Inklusi Jadi Tantangan Para Guru - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 9 December 2014

anak-difabelAksi: Sebagai salah satu jalan memberikan pendidikan untuk anak dengan disabilitas, sekolah inklusi merupakan pilihan efektif. Kendati demikian, sekolah inklusi menjadi tantangan tersendiri untuk para guru.

Dengan metode pengajaran tiap individu, para guru di sekolah inklusi perlu memberikan pelajaran serta penilaian secara individual. Hal ini yang kemudian menjadi tantangan bagi para guru.

“Kadang-kadang guru merasa gagap dengan bagaimana dia harus mengajar. Ketika harus mengajar secara individual dengan kurikulum 2013, aspek penilaiannya secara individu, mereka menjadi kagok karena mungkin sudah terbiasa dengan pakem belajar serta evaluasi seragam. Tapi sebetulnya, tiap anak itu berbeda dan guru perlu menilainya secara individu. Sebisa mungkin tidak diseragamkan, ini kemudian yang memberatkan guru,” jelas Wiwied Trisnadi, Project Manager Save the Children kepada dalam diskusi “Save the Children” di Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Maka dari itu, para guru di sekolah inklusi perlu membuat sebuah metode pembelajaran yang efektif sehingga para murid dapat belajar dengan baik dan guru pun dapat mengajar dengan lebih mudah. Namun fakta di lapangan, para murid di sekolah inklusi bahkan dapat menjadi pengajar bagi murid lainnya.

“Guru sekolah inklusi pun perlu mengembangkan cara belajar dengan metode pembelajaran yang baik. Tetapi banyak di sekolah justru yang menjadi pengajar itu adalah teman-temannya, mereka sering menanyakan mau belajar sama siapa. Bahkan, ada anak yang rungu tapi masih bisa mendengar dan masih bisa bicara, dia bisa menjadi pendamping atau mentor untuk anak-anak lain. Dan itu benar-benar terjadi,” tutup Wiwied. (Baca juga: Badung gelar Festival Asparagus 5-6 Desember)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply