Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Agar Anak Menjadi Disiplin

Agar Anak Menjadi Disiplin - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 9 November 2014

Bicara yang Baik pada AnakAksi – Tidak ada yang mengatakan bahwa membuat anak disiplin merupakan hal yang mudah. Disiplin adalah tentang mengajar, bukan hukuman.

Anda akan jauh lebih bisa mendisiplinkan anak ketika mampu mengendalikan emosi dan menyesuaikan diri dengan anak Anda. Seperti dilansir Psychology Today, berikut cara untuk membuat anak Anda menjadi disiplin.

Pikirkan tentang hasil

Disiplin tidak efektif ketika Anda hanya memarahi anak karena frustasi, berteriak pada anak Anda. Pikirkan tentang apa yang Anda benar-benar ingin capai dalam situasi ini, pelajaran yang Anda ingin sampaikan kepada anak Anda dari sebuah pengalaman. Kemungkinan besar, Anda ingin anak merasa diperhatikan dan peduli, sekaligus memiliki moralitas dan tanggung jawab.

Anda ingin mereka merasa aman dalam hubungan orangtua dan anak. Ketika Anda berpikir tentang tujuan untuk berinteraksi, Anda bisa lebih sadar untuk membuat langkah-langkah yang efektif untuk mendisiplinkan anak.

Jalin hubungan hingga tingkat emosional

Ketika anak melakukan kesalahan atau mengalami stres, Anda harus terlebih dahulu menjalin hubungan emosional dengan anak Anda agar bisa lebih memahami apa yang ia rasakan.

Sering kali, itu berarti melakukan beberapa tindakan seperti, berlutut sejajar dengannya, merangkul, dan menatap matanya. Temukan cara untuk membantunya menenangkan diri tanpa perdebatan. Luangkan waktu untuk hanya berurusan dengan kondisi emosionalnya. Setelah ia tenang, Anda dapat membantunya menemukan solusi atas kesalahannya.

Jangan memukul anak

Ada sejuta alasan untuk tidak memukul anak Anda karena Anda ingin ia menjadi anak yang disiplin. Dengan memukulnya, tidak berarti perilakunya akan berubah.

Anda ingin anak bisa berkomunikasi saat ia menghadapi masalah. Anda juga pasti ingin anak belajar bagaimana cara meminta bantuan pada orang lain, dan mengatur tingkat emosionalnya. Tapi caranya bukan dengan memukul, atau menghukumnya secara fisik.

Ajarkan empati

Strategi yang lebih baik adalah berbicara dengan anak, dan membantu mereka memahami apa yang orang lain rasakan dengan membiarkannya berteman dengan siapa pun. Tapi Anda juga harus mengajarkannya untuk berempati dengan keadaan orang lain.

Ini bukan hanya tentang permintaan maaf jika ia berbuat salah, tapi membantunya mendapatkan perasaan yang nyata untuk meningkatkan rasa emosionalnya.

Memimpin dengan teladan

Orangtua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana menjadi mandiri. Memanjakan anak boleh saja, asal tidak berlebihan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkannya.

Hal terbaik untuk dilakukan adalah menjadi orangtua yang dapat memberikan contoh baik. Dengan cara ini, anak-anak akan tertarik untuk meniru sifat-sifat positif Anda, sambil merasakan kebebasan menjadi anak yang mandiri. (Baca juga: JFW 2015 Resmi Dibuka)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply