Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Musik Luar Mementingkan Kualitas bukan Selebrasi

Musik Luar Mementingkan Kualitas bukan Selebrasi - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Wednesday 9 March 2016

Musik Luar Mementingkan Kualitas bukan SelebrasiSetiap tanggal 9 Maret, pecinta musik di Indonesia memperingati Hari Musik Nasional. Tanggal ini dipilih pemerintah karena bertepatan dengan hari kelahiran komposer Wage Rudolf Soepratman, yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Terhitung, tahun ini merupakan perayaan Hari Musik Nasional yang ke-empat. Hingga saat ini, sudah banyak musisi Indonesia yang memiliki karya musik mengagumkan, bahkan sampai dikenal di dunia.

Kemunculan musisi baru yang berprestasi semakin ramai sejak setahun belakangan ini, seperti Joey Alexander, pianis muda yang mendapatkan dua nominasi di ajang penghargaan musik tertinggi di dunia, Grammy Awards 2016.

Musisi senior Indonesia, Erwin Gutawa, menyampaikan pandangannya mengenai Hari Musik Nasional.

Bukan hanya unsur senang-senangnya saja, bagi ayah dari penyanyi Gita Gutawa ini, Hari Musik Nasional harus memiliki esensi yang lebih dalam setiap tahunnya.

“Saya melihat seharusnya ada esensi lain di Hari Musik Nasional. Esensi lain itu adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas musik Indonesia,” kata Erwin di festival Java Jazz 2016, pada Sabtu (5/3).

“Jika tidak, Hari Musik Nasional tidak akan berarti apa-apa. Karena untuk dikenal di industri musik luar Indonesia, mereka hanya mementingkan kualitas bukan selebrasi,” lanjutnya.

Di sisi lain, sebagai pelaku musik Erwin juga merasa senang dengan adanya Hari Musik Nasional.

“Dalam konteks pelaku musisi saya merasa senang. Ada satu hari yang dirayakan berdasarkan profesi kita,” kata Erwin.

Sependapat dengan Erwin, Nino, salah satu personel RAN, juga merasa senang dengan adanya perayaan ini.

“Intinya dalam satu tahun kita punya satu hari untuk mengajak orang-orang untuk menghargai dan mengapresiasi musik nasional, yang belum tentu diingat selama 365 hari dalam setahun,” kata Nino.

Sebelumnya, Hari Musik Nasional sudah direncanakan sejak era kepemimpinan Presiden Megawati.

Tetapi, Hari Musik Nasional baru diresmikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013.

Dalam Keppres tersebut dijelaskan bahwa Hari Musik Nasional dicanangkan karena musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional, yang mempresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

www.aksi.co @Copyright 2018