Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Lima Alasan Palsu untuk Bertahan dalam Hubungan Tak Sehat

Lima Alasan Palsu untuk Bertahan dalam Hubungan Tak Sehat - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 2 May 2017

Lima Alasan Palsu untuk Bertahan dalam Hubungan Tak SehatBertahan dalam hubungan yang tidak sehat hanya akan membuat waktumu terbuang sia-sia. Kamu akan menutup kesempatan bagi orang yang lebih baik masuk ke dalam hidupmu karena kamu memberi terlalu banyak ruang bagi ‘penyakit’. Namun, melepaskannya dan pergi dari jeratan hubungan tersebut juga bukan merupakan hal yang mudah.

Kamu tahu hubunganmu adalah hubungan yang tidak sehat ketika menyadari pacarmu adalah seorang yang manipulatif. Seperti anak kecil yang baru saja memecahkan pot kembang ibunya karena tendangan bolanya, lalu membuat teman-temannya merasa bersalah. Tidak mau kalah, apalagi salah.

Dalam hubungan yang tidak sehat, pacarmu akan berbuat banyak kekacauan dan bertindak seolah-olah kamulah yang memicu tindakannya tersebut. Lalu kamu akan merasa tertekan, namun pada akhirnya mempercayai bahwa kamulah penyebab kekacauan tersebut. Tanpa kamu sadari, tindakan itu sudah memperburuk kondisi psikologismu. Seorang pacar yang manipulatif juga akan membuat kamu merasa tidak percaya diri, hingga seringkali kamu bertahan dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.

1. “Dia tuh sebenarnya sayang sama aku, tapi …” kata setelah tapi tersebut diisi dengan berbagai perlakuan tak menyenangkannnya kepadamu. Ya, kalau sayang sih, dia akan selalu berusaha menyenangkanmu, bukan sebaliknya. Memang sikap buruknya itu tidak selalu. Kadang ia juga bersikap manis, sangat manis sampai kamu percaya bahwa dia itu sebenarnya sayang sama kamu. Padahal sih, sayangnya dia padamu tak sebanyak yang kamu pikir.

Alasan Palsu yang Sering Dipakai Untuk Bertahan dalam Hubungan Tak Sehat

2. “Dua kepala dalam satu hubungan, berbeda pendapat itu wajar, kan?” selalu jadi pembenaran bagi pertengkaran kalian. Iya, betul. Pertengkaran itu wajar terjadi di antara dua kepala yang sedang mencoba bersatu dalam sebuah hubungan. Tapi pertengkaran yang bagaimana? Kalau berbeda pendapat lalu dilanjutkan dengan kata-kata kasar sih, itu bukan ‘wajar’.

3. “Selama ini aja kami mampu bertahan, masa sekarang enggak?” Kalau kamu pakai alasan ini untuk bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, berarti kamu sudah mulai kehilangan rasa cinta pada dirimu sendiri. Kamu lebih sayang pada hubungan yang menyakitimu itu meski menyiksa. Itu hanya akan membuatu terpuruk.

4. “Dia adalah yang terbaik yang bisa aku miliki.” adalah pertanda lain bahwa kamu sudah kehilangan rasa cinta pada dirimu. Kamu merasa dia terlalu berharga dan dirimu tidak layak mendapatkan yang lebih baik. Wah, ini sih bukan cuma hubunganmu yang tak sehat, tapi kamunya juga.

5. “Kami kan pacarannya sudah lama, masa mau dibiarin gitu aja?” Alasan lain untuk bertahan dalam hubungan yang tak sehat adalah karena kamu betah memelihara penyakit, padahal penyakit itu menggerogotimu. Untuk apa dipertahankan? Lama kelamaan akan membuat mati juga. Apakah tidak lebih baik kalau kamu menghilangkan sumber penyakit itu agar bisa segera sembuh dan hidup dengan sehat?

Kelima alasan tersebut adalah alasan bodoh untuk bertahan dalam sebuah hubungan yang tak sehat. Sayangnya, yang sedang menjalaninya seringkali tak menyadari.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply