Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Selain Gerhana, Wisatawan Juga Buru Kuliner Khas Belitung

Selain Gerhana, Wisatawan Juga Buru Kuliner Khas Belitung - Aksi.co

Penulis Mochammad Gungun | Wednesday 9 March 2016

Belitung menjadi salah satu tujuan utama warga Indonesia juga wisatawan mancanegara untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT). Tidak heran bila turis menyerbu Belitung untuk menikmati fenomena alam langka tersebut.

Tidak hanya demi menyaksikan gerhana, mereka juga berburu kuliner khas Belitung. Salah satu yang mendapat perhatian adalah bakmi khas Belitung, Mie Atep di Jalan Sriwijaya, Tanjung Pandan.

Sejak pagi, puluhan mobil dan bus rombongan wisatawan sudah mengantre di depan kedai mie yang dari luar tampak sederhana itu.

“Mie Atep paling disukai karena menurut saya pribadi ini mie-nya tidak terlalu lembek dibanding yang lain,” kata pemandu wisata dari Dwidayatour, Lili Suryanti (27) di Tanjung Pandan, baru-baru ini.

Penduduk Belitung yang 40 persen terdiri dari keturunan Tionghoa disebut-sebut sebagai salah satu penyebab populernya makanan berbahan dasar mie.

“Mie Belitung biasanya dibeli di pasar, bukan bikin sendiri. Kalau yang bikin sendiri biasanya adalah mie yamin buatan orang Hakka (keturunan Tionghoa Hakka),” kata Lili.

Mie Atep yang sudah buka sejak tahun 1973 itu terdiri dari mie kuning, bakwan udang, potongan kentang, emping yang diairam dengan kuah kaldu udang kental yang gurih. Mie Belitung biasa disajikan dengan minuman jeruk konci yang segar.

“Jeruk konci itu sama seperti jeruk nipis, cuma lebih kecil bentuknya dan airnya jauh lebih banyak,” kata Escape Jolly Barito (48), salah seorang warga asli Belitung.

Tak ada waktu khusus bagi warga Belitung untuk dinikmati sajian mie tersebut. Sejak pagi hingga malam langganan terus berdatangan ke kedai Mie Atep. Jajaran pigura berisi potret para pesohor terpampang di dinding kedai, seolah-olah meyakinkan calon pembeli kalau mie kaldu udang mereka sudah terverifikasi kelezatannya.

“Mie-nya enak, segar dan kaldu udangnya terasa sekali. Enak dimakan pagi-pagi untuk sarapan,” kata Anggi salah seorang wisatawan asal Jakarta.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co