Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Harga Daging di Sukabumi Alami Penurunan

Harga Daging di Sukabumi Alami Penurunan - Aksi.co

Penulis Aksi | Sunday 31 July 2016

Harga Daging di Sukabumi Alami PenurunanHarga daging sapi dan ayam broiler di Kota Sukabumi, Jawa Barat berangsur turun, namun walaupun ada penurunan tersebut harga kedua komoditas tersebut masih dianggap tinggi.

“Harga daging sapi turun sekitar 4,1 persen dan untuk ayam potong turun 5,7 persen dibandingkan dengan pekan lalu,” kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi, Ayep Supriatna di Sukabumi, Minggu.

Menurutnya, penurunan harga kedua komoditi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan, namun permintaan tetap bahkan ada penurunan. Adapun harga daging sapi saat ini dijual Rp115 ribu/kg yang awalnya Rp120 ribu/kg.

Kemudian, harga ayam broiler dijual dengan rata-rata harga Rp33 ribu atau turun sebesar Rp2 ribu/kg dari harga pekan lalu yakni Rp35 ribu setiap kilogramnya.

Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan setiap fluktuasi harga, untuk antisipasi adanya lonjakan harga maupun pengurangan pasokan dari distributor atau daerah penghasil.

“Untuk pasokan, hingga saat ini lancar, bahkan persediaan pun mencukupi hingga beberapa pekan ke depan. Sehingga, warga tidak perlu khawatir,” tambah Ayep.

Sementara, salah seorang pemasok daging sapi di Sukabumi, Ichwan Hamid mengatakan harga daging sapi terus berangsur turun yang awalnya Rp120 ribu, bahkan menjelang Idul Fitri harganya mencapai Rp130 ribu/kg karena tingginya permintaan.

Namun demikian, harga daging sapi tersebut masih dianggap tinggi, karena masyarakat mengindamkan harganya di bawah Rp100 ribu/kg. “Kami terpaksa menjual harga daging sapi rata-rata Rp115 ribu/kg, karena harga sapi setiap ekornya masih mahal,” katanya.

Di tempat terpisah, salah seorang penjual daging ayam potong, Zaenal menambahkan harga daging ayam belum normal karena masih di atas Rp30 ribu setiap kilogramnya, untuk normalnya harga komoditas ini dijual paling mahal hanya Rp27 ribu/kg.

“Warga yang membeli kebanyakan pemilik rumah atau warung makan, untuk warga umum biasanya membeli di bawah satu kilogram,” tambahnya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply