Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Puluhan Dai Disebar ke Pulau Terluar

Puluhan Dai Disebar ke Pulau Terluar - Aksi.co

Penulis Aksi | Tuesday 31 May 2016

Puluhan Dai Disebar ke Pulau TerluarPara dai akan disebar untuk berdakwah di pulau-pulau terluar di Indonesia selama Ramadan ini. Untuk tahap pertama, sebanyak 60 dai siap dikirim pada awal Juni 2016 ini. Program pengiriman dai ke daerah-daerah terluar di tanah air tersebut digagas Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Sebelum para dai ini diberangkatkan, terlebih dahulu mereka menjalani sesi pembekalan. Tahap persiapan dilakukan melalui Workshop Dakwah I dan Pelatihan Dai Nasional yang digelar di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, 27-31 Mei 2016.

“Sebanyak 60 dai ini merupakan pemberangkatan tahap pertama yang akan dikirim ke perbatasan-perbatasan dan pulau terluar, khususnya untuk bulan Ramadan. Pada tahap pertama, kami fokus pada pulau terluar terlebih dahulu, secara bertahap harus bisa merata ke semua provinsi di Indonesia,” kata Umum Parmusi, Usamah Hisyam, Selasa 31 Mei 2016.

Program ini digelar, salah satunya mengingat fenomena bahwa keberadaan dai semakin langka, bahkan di beberapa daerah terutama pulau terluar, tidak ada pendakwah sama sekali. Padahal, keberadaan dai tetap dibutuhkan sebagai pembimbing masyarakat.

Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi sudah semakin masif. Termasuk sudah menyentuh masyarakat di daerah-daerah terluar itu. Dengan demikian, keberadaan dai menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini. Terutama untuk membentengi perilaku masyarakat dengan ajaran agama yang disebarkan dari rumah ke rumah.

Salah satu daerah yang menjadi target pengiriman dai dari Parmusi adalah Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan catatan Parmusi, di Kepulauan Riau terdapat 7 kabupaten/kota yang berstatus daerah terluar Indonesia dan daerah yang kekurangan dai. Beberapa di antaranya adalah Natuna, Anambas, Tanjungpinang, Jambi, dan Karimun. Daerah-daerah tersebut berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan, Malaysia, dan Singapura.

Usamah berharap, kegiatan dakwah para dai yang dikirim Parmusi tidak hanya menjadi sekadar penuntasan tugas dari organisasi. Lebih dari itu harus bisa menunaikan tujuan substansial dari kegiatan dakwah, yakni membentengi keimanan umat Islam, terutama dari derasnya arus globalisasi. “Terutama membentengi para generasi muda,” kata dia.

Selain itu, konsep dakwah para dai yang dikirim Parmusi juga diharapkan bisa menyesuaikan dengan zaman dan karakter masyarakat setempat. Salah satunya dengan berperan sebagai connecting moslem, seperti konsep dakwah yang dilakukan Permusi secara organisasi. Dalam konsep tersebut, dakwah seorang dai tidak hanya membahas masalah agama secara sempit, namun sekaligus berbasis pada aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Untuk pengiriman pada tahap selanjutnya, selain daerah daerah terluar, salah satu organisasi pendiri Partai Persatuan Pembangunan di era 1970-an ini membidik daerah-daerah yang dianggap kekurangan dai, bahkan tidak ada dai sama sekali. Salah satunya adalah Pulau Bali. Keberadaan dai di Pulau Bali sama-sama dianggap mendesak. Pasalnya, masyarakat Muslim di sana merupakan kaum minoritas. Sehingga ketersediaan pendakwahnya pun minim. Sebagai gambaran, di Kabupaten Jembrana, jumlah pemeluk agama Islam sekitar 30% dari total masyarakat di sana. Dengan demikian, Bali harus menjadi salah satu target penyebaran utama para dai yang dikirim Parmusi.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply