Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Ratusan Hektare Sawah Terendam di Banjar

Ratusan Hektare Sawah Terendam di Banjar - Aksi.co

Penulis Aksi | Wednesday 30 November 2016

Ratusan Hektare Sawah Terendam di BanjarSedikitnya seratus hektare persawahan di wilayah Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, dan sebagian Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, terendam banjir, akibat meluapnya Sungai Citapen. Sebagian di antarnya dipastikan puso atau gagal tanam.

Pantauan di lokasi persawahan Purwaharja, Selasa 29 November 2016 tingginya permukaan air mengakibatkan seluruh pematang tidak lagi terlihat. Yang tampak hanya hamparan air yang sangat luas. Keadaan itu tak hanya terjadi di sisi sebelah utara Sungai Citapen yang tidak jauh dari Rawa Onom, tapi juga terlihat di persawahan yang ada di sisi selatan sawah. Sebagian kecil tanaman padi yang umurnya kurang sari satu bulan juga rusak, daunnya tampak kotor kena lumpur.

Banjir yang melanda persawahan yang ada di sisi rawa yang dikenal dengan legenda Pulau Majeti itu, dipastikan lama surut. Hal itu disebabkan karena tidak berfungsinya saluran air, sebab permukaan air Sungai Citapen sejajar dengan permukaan rawa.

“Sudah tidak ada harapan lagi, tanaman pasti busuk, gagal tanam. Awal bulan pernah banjir, akan tetapi air cepat surut, sekarang surut lebih lama. Apalagi juga hujan mmasih sering turun,” ungkap Endang, petani di wilayah Siluman Baru, Purwaharja.

Dia mengungkapkan, saat banjir yang terjadi pada awal Bulan November, hanya satu petak sawah yang tidak ditanamai karena terendam banjir. Akan tetapi banjir kali ini, seluruh sawahnya terendam banjir.

“Saya sudah memersiapkan benih untuk tanam di petak yang sebelumnya kena banjir. Sekarang seluruhnya justeru terendam. Kami menunggu air surut, dan kembali mengolah sawah,” ujarnya.

Petani lainnya, Karna juga mengemukakan hal serupa dengan Endang. Tanaman padinya yang berumur satu bulan dipastikan tidak dapat diselamatkan, karena abanjir tidak cepat surut. Dia juga mengungkapkan awal tahun 2016, persawahan wilayah tersebut terendam banjir besar.

“Sudah pasrah saja, tanaman tidak bisa diselamatkan. Apalagi banjir juga tidak cepat surut, bahkan tiap hari turun hujan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Bina Marga Kota Banjar, Agus Saparudin tidak berhasil dihubungi. Beberapa kali sambungan nomor telefon genggamnya tidak aktif.***

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply