Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Cisalak Kabupaten Subang Diterjang Longsor

Cisalak Kabupaten Subang Diterjang Longsor - Aksi.co

Penulis Aksi | Monday 30 May 2016

Cisalak Kabupaten Subang Diterjang LongsorSelain Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti yang dilanda banjir bandang, dua desa lain di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang diterjang longsor. Di Desa Mayang longsor menyebabkan tujuh rumah warga rusak. Sedangkan di Desa Cupunagara akses jalan terputus akibat longsor di sejumlah lokasi.

“Waktu kejadiannya hampir bersamaan. Mungkin karena di Sukakerti ada korban jiwa, dan pemukiman penduduknya banyak, jadi hampir semua perhatian lebih fokus ke Sukakerti,” kata Camat Cisalak, Wahyu Suryana saat dihubungi, Senin, 30 Mei 2016. Dia mengungkapkan bencana menimpa Kampung Cilame Desa Mayang peristiwanya terjadi, Minggu, 22 Mei 2016 pukul 20.00 WIB, menyebabkan tujuh rumah rusak dan empat di antaranya rusak berat. “Dari tujuh rumah itu, empat rumah kemungkinan harus direlokasi. Warganya mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman,” ujarnya.

Dikatakan Wahyu, apabila digabung dengan Sukakerti, jumlah rumah rusak menjadi 39, dan delapan di antaranya hancur serta rusak berat. Sebab di Sukakerti tercatat 32 rumah rusak, empat di antaranya hancur. “Rumah yang harus direlokasi di Sukakerti ada delapan, dan di Mayang ada empat, jadi totalnya dua belas rumah. Lahan buat relokasi yang dekat dan aman, tapi harus dibeli karena milik perorangan. Kami sedang mengajukan anggaran buat membeli lahan relokasi itu,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, perkembangan terakhir di Sukakerti, warga yang asalnya mengungsi dan rumahnya masih utuh, kini mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Sedangkan warga yang rumahnya rusak berat dan hancur, sementara mereka tinggal di rumah saudaranya. “Sekarang penangan jalan dan normalisasi aliran sungai masih berjalan,” katanya.

Selain itu, lanjut Wahyu, di waktu sama juga longsor terjadi di sejumlah lokasi di ruas jalan menghubungkan Darmaga ke Desa Cupunagara dan menimbun areal pertanian. Akibatnya akses transfortasi ke Desa Cupunagara terputus, sehingga warga bila ingin ke Cisalak terpaksa harus memutar dengan jarak jauh melalui Lembang Bandung Barat. “Titik longsornya banyak, di sepanjang jalan menuju desa Cupunagara, dan dua di antara lokasi longsor itu memutus jalan,” ujarnya.

Dikatakannya penanganan sedang berlangsung, dan dua alat berat ukuran besar dan kecil sudah ada dilokasi. Namun banyaknya lokasi longsor, ditambah dengan skala longsor yang besar menyebabkan waktu membuka akses jalan menjadi lama. “Warga berharap ada tambahan alat berat, supaya bisa lebih cepat. Soalnya saat ini masih ada delapàn lokasi longsoran besar yang belum tertangani,” ujarnya.

Kades Cupunagara, Wahidin mengatakan warganya berharap akses jalan menuju desanya bisa secepatnya bisa dibuka. Apalagi bulan ramadhan sudah dekat. Sebab dengan akses jalan tak bisa dilalui, warga Cupunagara yang hendak ke Cisalak harus menempuh jarak lebih jauh. “Biasanya kalau pakai ojek ke Cisalak Rp 20 ribu. Sekarang harus memutar dulu ke Lembang biayanya jadi lebih besar Rp 50 ribu. Kami sudah mengerahkan warga gotong royong menggunakan cangkul, tapi waktunya lama soalnnya longsornya besar dan ada di beberapa lokasi,” katanya.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

© Copyright 2018 Aksi.co