Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Gerakan Hejo Kritisi Keramba Apung Menteri Susi

Gerakan Hejo Kritisi Keramba Apung Menteri Susi - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 28 April 2018

Gerakan Hejo Kritisi Keramba Apung Menteri SusiSekaitan peluncuran proyek Keramba Jaring Apung atau KJA Offshore di Pangandaran Jawa Barat oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (24/4/2018), Gerakan Hejo yang bergiat di ranah lingkungan hidup, budi daya ikan, dan kelautan mengkritisi proyek ini.

Reaksi ini muncul disamping apresiasi atas penerapan teknologi terkini yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan Gera an Hejo memberi catatan khusus atas produk KJA Offshore buatan Norwegia.

“Kenapa harus pakai produk luar negeri atau Import? Setahu kami, produk semacam ini sudah cukup lama ada, buatan dalam negeri. Produknya sudah diekspor ke manca negara, malah,” kata Ir. Muhamad Husen yang biasa disapa Husen Lauk, Ketua Departemen Maritim dan Perikanan Gerakan Hejo.

Husen lauk masih dalam kesempatan ini menyatakan:“Pabriknya saja ada di Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Baru-baru ini spontan perusahaan ini, menyumbang katamaran pembersih sampah di Sungai Citarum dan hasilnya bagus.”

Lainnya, Agus Warsito, Sekjen Gerakan Hejo ditemui secara terpisah di Kota Bandung, menyetujui pendapat rekannya Husen Lauk. “Sama, saya pun mempertanyakan produk ini. Kenapa harus memakai impor? Tidak habis pikir cara pejabat menentukan kebijakan seperti itu, bagaimana negara mau maju?! Sekarang kurs dolar naik terus mau menembus Rp.14.000,-/USD. Kalau dibarter dengan komoditi impor, bolehlah. Namun, jangan 100% impor. Saatnya kurangi luar negeri minded.”

Budidaya Ikan

Diketahui melalui lansiran media massa KJA Offshore ini dapat membudidayakan Kakap Putih. Ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan pasar yang masih luas. Produksinya dapat mencapai 816 ton per tahun, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 200 orang.

Manfaat lainnya, proyek ini dianggap cocok bagi pelestarian dan pengembangan ekosistem di bawah laut seperti nutrisi untuk teripang, kerang-kerangan, bulu babi, dan kebutuhan anorganik rumput laut. (HS)

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply