Username

Password

Remember me

Register

Recover password

Pimpinan Pandawa Group Mangkir Saat Dipanggil OJK

Pimpinan Pandawa Group Mangkir Saat Dipanggil OJK - Aksi.co

Penulis Aksi | Saturday 28 January 2017

Pimpinan Pandawa Group Mangkir Saat Dipanggil OJKPimpinan Pandawa Group Salman Nuryanto mangkir saat dipanggil guna dimintai keterangan oleh Otoritas‎ Jasa Keuangan (OJK), Kamis, 26 Januari 2017. Keberadaan Nuryanto pun misterius.

Demikian ungkap Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing dalam pesan singkatnya, Kamis siang. Tongam membenarkan OJK memangil bos Pandawa Group tersebut. “Menurut penasehat hukumnya beliau tidak diketahui keberadaanya,” kata Tongam.

Padahal, pemanggilan dilakukan OJK guna mengetahui perkembangan pengembalian dana investasi Pandawa ke nasabah. Saat ditanya status Nuryanto apakah sudah masuk daftar pencarian orang (DPO), Tongam menyatakan itu kewenangan penyidik.

Begitu pula dengan penjemputan paksa bila Nuryanto tetap mangkir diperiksa. Penyidikan, tuturnya, dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Terkait kemungkinan pemanggilan kembali, Tongam menambahkan OJK masih menunggu informasi ‎dari penasehat hukumnya.

Sementara itu, aparat Kepolisian Resort Kota Depok memasang garis polisi di kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group. Pemasangan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan serta pengumpulan bukti – bukti terkait dugaan penipuan pengumpulan dana investasi Pandawa Group.

“Pantauan “PR”, sejumlah anggota Reskrim Polresta Depok terlihat berada di koperasi yang beralamat di Jalan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Kamis siang. Seorang polisi mengatakan‎, pemasangan garis baru dilakukan hari itu.

Seperti diketahui, OJK menghentikan seluruh kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan Pandawa Group, Kota Depok karena berpotensi merugikan masyarakat dan melanggar Undang – Undang tentang Perbankan.

Lembaga keuangan yang berlokasi di Jalan Meruyung itu telah menghimpun dana masyarakat dengan tawaran bunga investasi tinggi.”Satgas Waspada Investasi dalam rapat tersebut memutuskan menghentikan kegiatan penghimpuan dana masyarakat yang dilakukan oleh Salman Nuryanto dan/atau Pandawa Group terhitung sejak tanggal 11 November 2016,” ujar Tongam saat itu.

Satgas pun menegaskan, segala kegiatan penghimpuan dana tersebut ilegal. Tak hanya itu, Salman diperintahkan tidak menggunakan nama Pandawa Group dan mengganti identitasnya menjadi KSP Pandawa Mandiri Group.

Meskipun sejumlah nasabah tak merasa dirugikan, praktik pengumpulan dana oleh Pandawa Group akan menjadi bom waktu. Pasalnya, Pandawa diduga hanya memutar uang dari para anggotanya tanpa adanya investasi yang nyata.‎ Pandawa Group mengklaim akan mengembalikan uang nasabah ‎selepas Otoritas Jasa Keuangan melarang mereka beroperasi.

Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply